Thursday, 15 November 2018

Bekas Suami Pemberang Suami Baru Pun Tumbang

Jumat, 28 Februari 2014 — 9:12 WIB
nah-sub

KASIHAN sungguh Ny. Sawitri, 36, dari Cirebon ini. Dulu cerai dari suami karena karakter Wawan, 38,  yang pemberang. Tapi giliran punya suami baru, eh….. Mujani, 41, malah tumbang ditembak oleh bekas suaminya. “Kenapa suamiku ditembak, dia kan tidak tahu apa-apa,” ratap wanita penyandang status janda dua kali ini.

Lelaki pemberang dan temperamental memang tidak nyaman dijadikan suami. Makan hati, pokoknya. Dikit-dikit tersinggung, dikit-dikit tersinggung, tapi tersinggung kenapa cuma sedikit? Namun karena Allah menakdirkan umat dengan jodohnya masing-masing, cowok berkarakter ala Prabu Baladewa wayang kulit ini ternyata masih laku pula di pasaraan, artinya: ada juga wanita yang mau jadi istrinya.

Nah, salah satu wanita malang dari Cirebon ini adalah Ny. Sawitri, warga Harjamukti. Sepuluh tahun lalu menikah dengan Wawan, rasanya seperti hidup di neraka dunia. Soalnya si suami gampang emosi. Tak boleh ada kalimat dan kata yang menyinggung perasaan. Dia pasti akan marah bagaikan bensin dilempar korek api. Wawan hanya nampak sabar dan mesra hanya ketika butuh pemenuhan urusan ranjang. Habis dilayani ya sudah, kembali ke watak aslinya, pemarah seperti Prabu Baladewa.

Gara-gara sifat suaminya, anak-anak sendiri tak pernah nyaman dekat ayahnya. Seluruh penghuni rumah, kecuali Wawan sendiri tentunya, semua pernah kena hajar. Pernah sekali waktu paman Sawitri menegur mantu keponakan yang pemberang itu, tapi malah dianya dibacok. Nggak sampai mati sih, tapi hal itu menjadikan Wawan masuk penjara. Gara-gara itu pula, Sawitri kemudian ambil sikap tegas, pecah kongsi dengan Wawan alias bercerai. Memangnya lelaki di Cirebon hanya Wawan doang, huh!

Meski janda beranak dua, karena Sawitri memang lumayan cantik, langsung saja ada yang ambil alih. Dia kini menjadi suaminya Mujani, warga Harjamukti. Nampaknya  dia sangat bahagia bersama suami barunya, karena dia tak hanya sayang pada dirinya, tapi juga anak-anaknya. Satu hal yang sangat penting, Mujani sifatnya penyabar dan pengertian, beda 180 drajat dengan suami terdahulu.

Kebahagian Sawitri beberapa hari lalu terusik ketika Wawan yang baru bebas dari penjara main ke rumahnya dengan alasan kangen pada anak-anak. Mujani welkam saja atas kehadiran bekas suami istrinya tersebut. Bagi dia tentunya, kangan sama kedua anaknya, silakan saja. Tapi kalau kangen dengan ibunya, ya nanti dulu, kan Sawitri sudah bukan domain Wawan lagi.

Ternyata kehadiran Wawan untuk mengambil kedua anaknya, untuk diasuhnya sendiri. Tentu saja Sawitri menolak, apa lagi anak-anak juga tak mau dengan ayah yang gampang sanusi, emosi. Kali ini Wawan bisa meredam emosinya. Bahkan mengajak bekas istri dan anaknya itu untuk main ke rumah kakaknya di Komplek  Bukopin, Kepongpongan. “Asal suamiku diajak, saya mau.” Kata Sawitri.

Persaratan ini disetujui, sehingga mereka berlima ke Perumahan Kepongpongan. Eh, di sana kembali Wawan membahas soal pengasuhan anak, presis DPR – pemerintah yang terus membahas RUU KUHAP untuk menyerimpung KPK. Di sini watak asli Wawan kambuh. Ketika Mujani mau ikut urun ngomong, tahu-tahu dipukul. Ya sudah, daripada tambah panas, dia mengalah keluar.

Eh, nggak tahunya Wawan ikut nyusul keluar. Di halaman rumah mereka kembali cekcok, dan tahu-tahu Wawan menembak Mujani dengan pistol FN rakitan, dor dor sebanyak 5 kali. Kontan suami baru Sawitri ini tumbang dan wasalam, sementara Wawan melarikan diri. Di RS Gunung Jati Sawitri yang harus menjanda untuk kedua kalinya itu menyumpah-serapah. “Kenapa suamiku yang ditembak, dia kan tak tahu apa-apa. Kalau tidak lari, tak tusuk kamu…..!” ancamnya.

Wawan itu pasti merah dari mata sampai wajahnya. (JPNN/Gunarso TS)

  • bahantjikan

    hadooohhh….Sawitri….Sawitri…..sebenarnya sapa nusuk sapa sih….???

    wong udah jelas dua anak yg berhasil keluar dari perutmu gitu kok……