Monday, 24 September 2018

Dianggap Belum Masanya, Cuti Kampanye Jokowi Ditolak

Senin, 3 Maret 2014 — 0:15 WIB
Jokowi di KA-n

JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menolak pengajuan cuti Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi juru kampanye partainya, PDI Perjuangan.

Permohonan tersebut dinilai tidak relevan karena masa kampanye belum berlangsung. Penolakan disampaikan Humas Kemendagri, Didik Suprayitno, Minggu (2/3). “Cuti kampanye baru bisa diajukan pada masa kampanye umum,”  tegas Didik.

Dalam surat yang diajukan, Jokowi beralasan akan menghadiri kegiatan partai. Padahal, jika hanya menghadiri acara partai, Jokowi cukup mengirimkan surat pemberitahuan saja. Tidak perlu mengajukan cuti.

Selain itu, alasan penolakan cuti Jokowi, karena kegiatan yang dilakukan PDI Perjuangan tak bersifat road show.

Surat  penolakan sudah dikirimkan Kemendagri kepada Jokowi.  Kemendagri meminta Jokowi memperbarui suratnya.

REVISI FORMAT

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI, Jokowi, membantah kalau pengajuan izin cutinya ke Kemendagri ditolak. Ia berkilah, Kemendagri hanya meminta dia untuk merevisi format pengajuan izin.

“Surat saya formatnya permohonan izin. Seharusnya yang benar itu formatnya pemberitahuan. Tapi sudah dibenarkan, dan sudah dikirim lagi,” ujar Jokowi yang sebelumnya mengaku telah mengantongi izin dari Meteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi untuk mejalankan kegiatan politiknya.

Mantan Walikota Solo itu mengatakan kegiatan selama menjadi juru kampanye bukan dikategorikan sebagai cuti. Karena, kampanye pada akhir pekan yang merupakan hari liburnya. Meski bukan cuti, dia harus tetap menyampaikan surat pemberitahuan ke Mendagri.

DIBAGI-BAGI

Untuk diketahui, Jokowi bersama enam gubernur dari PDIP akan menjadi jurkamnas PDIP selama masa Pemilu 2014. Selain Jokowi ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Kalbar Cornelis,  Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang, Gubernur NTT Frans Lebuh Raya, Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendy, dan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P

Jokowi menyebut salah satu daerah yang akan dikunjunginya yaitu Aceh. Namun, suami Iriana ini mengatakan, tidak semua kegiatan kampanye akan dilakukan bersama dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri. “Ya kan dibagi-bagi,” jelasnya. (guruh/ak)

  • untung

    sby saja presidennya demokrat,gamawan yg lbh 2 lagi,dia mendagrinya demokrat ,mana mau gampang2 beri ijin buat yg bisa merugikan demokrat