Sunday, 18 November 2018

Gedung Pertunjukan Sangat Kurang

Pemkot Depok Dinilai Kurang Peduli Seni Budaya

Kamis, 6 Maret 2014 — 15:06 WIB
tadepok42

DEPOK (Pos Kota) – Tingginya minat remaja berkreasi seni budaya tidak diimbangi apresiasi Pemkot Depok dalam bentuk gedung pertunjukan. Padahal, minat seni budaya masyarakat tinggi mampu menahan pengaruh buruk budaya Barat akibat arus deras globalisasi.

Praktisi seni budaya, Baas Cihnosuweko, mengungkap keprihatinannya terhadap Pemkot Depok yang kurang mengakomodasi masalah seni budaya walaupun sebatas gedung pertunjukan seni budaya. “Minat tinggi masyarakat terhadap seni budaya lokal ditandai banyak undangan pentas ke daerah, bahkan luar negeri. Tapi kurang diapresiasi oleh Pemkot Depok,” ujar pemilik sanggar kondang Ayodya Pala itu, Kamis (6/3).

Hal senada diakui Ketua MWC NU Bojongsari, Badrudin. Katanya, apresiasi seni dan kreatifitas masyarakat sangat tinggi sehingga butuh perhatian serius Pemkot Depok. Budaya dan pengaruh  Barat telah mempengaruhi masyarakat. Tidak heran, seni, budaya dan tradisi lokal terancam keberadaannya. Hal itu dibenarkan Ketua MWC NU Bojongsari Ust. Badrudin.

Menurutnya, seni dan kreatifitas masyarakat sangat tinggi. Sehingga, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok. “Masyarakat sangat butuh ajang menyalurkan kreatifitas seni dan budaya. Jangan sampai pengaruh budaya sekuler bisa menggerus tradisi maupun budaya lokal,” ujarnya.

Dicontohkannya, setiap ajang perlombaan seni yang melibatkan masyarakat selalu dibanjiri massa. Festival marawis, parade hardah dan kasidah, misalnya, selalu melebihi target pesertanya. “Memang saat ini baru kesenian Islami yang bisa kami garap. Ke depannya, kami berharap bisa melestarikan kesenian tradisional Kota Depok dan lainnya,” paparnya. (rinaldi/yo)