Monday, 23 July 2018

Kemenaker Optimalkan 265 Balai Latihan Kerja

Jumat, 7 Maret 2014 — 20:58 WIB
Kegiatan di salah satu Balai Latihan kerja. (ilustrasi)

Kegiatan di salah satu Balai Latihan kerja. (ilustrasi)

JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengoptimalkan 265 balai latihan kerja di seluruh Indonesia untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di pusat dan daerah.

“Kita terus mendorong BLK-BLK menjadi pusat pelatihan kerja dan peningkatan SDM Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi  kerja para pencari kerja dan mempercepat pengurangan angka pengangguran,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar seusai meresmikan BLK Pasuruan dan Kios 3 in 1 di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat.

Muhaimin dalam siaran persnya  mengatakan, agar lebih optimal dalam mengurangi angka pengangguran, BLK-BLK di pusat dan daerah harus bersifat fleksibel dan dinamis sehingga bisa mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar industri melalui program-program pelatihan kerja yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada pasar kerja lokal, nasional, dan internasional.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Khairul Anwar beserta pejabat dari instansi terkait, Menakertrans mengungkapkan, berdasarkan data Kemenakertrans, saat ini terdapat 13 BLK UPTP (Unit Pelayanan Teknis Pusat) milik Kemenakertrans dan 252 BLK UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia dengan  jumlah instruktur mencapai 3.132 orang.

“Program pelatihan berbasis kebutuhan di BLK-BLK ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan produktif sehingga dapat bersaing dalam kompetisi kerja yang bakal dihadapi dalam Asean Economic Community (AEC) tahun 2015,” jelasnya.

Pola pelatihan di BLK-BLK milik pemda akan ditekankan pada jenis pelatihan sesuai kebuituhan  daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya.

Pelatihan kerja, lanjutnya,  memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam peningkatan kualitas SDM karena sifat pelatihan kerja yang fleksibel dan dinamis dalam mengantisipasi kemajuan teknologi, perubahan lingkungan dan persyaratan kerja yang berubah dengan cepat.

“Pelatihan kerja berperan untuk menjembatani kesenjangan (gap) kompetensi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja,” tandasnya.(Tri/d)

foto: ilustrasi/RRI