Dikerjakan Siang dan Malam

Pembangunan Rusunawa Jatinegara Kaum Diprotes

Jumat, 7 Maret 2014 — 17:05 WIB
rusun1

PULOGADUNG (Pos Kota) – Pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, dikeluhkan warga. Pasalnya, pengerjaan dilakukan siang malam sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar. “Warga sangat terganggu. Warga terdekat juga tidak diajak kompromi terkait dampak rencana pembangunan,” kata Rizal Badri, Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jumat (7/3).

Disebutkan, belum lama ini sejumlah warga yang kesal mendatangi langsung ke pelaksana di lokasi proyek. Mereka meminta agar pengerjaan hanya dilakukan maksimal sampai jam 19.00 WIB agar tidak mengganggu warga dan anak-anak yang belajar. Ali Wahyudin, warga lain, menyebutkan warga protes sejak lama karena pekerjaan dilakukan 24 jam. Pengerjaan itu menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenangan. “Warga hanya ingin ketenangan,” katanya.

Protes warga ini sebenarnya sudah lama dilayangkan. Sejak mulai dikerjaan sekitar Oktober 2013 warga khususnya di RT 03 dan RT 10 sudah mulai resah karena pengerjaan tiang pancang yang tak kenal waktu. Namun protes ini tak digubris. “Kami minta Pak Gubernur Jokowi dan walikota peduli kepada kami,” katanya.

Sementara, warga juga mengeluhkan saluran air yang tertimbun pengerjaan rusunawa yang dikerjakan pengembang. Saluran mampet dan menjadikan banjir. “Tetapi yang saluran ini kemarin sudah digali lagi setelah diprotes warga,” kata Rizal Badri.

Proyek Rusunawa Jatinegara Kaum dimulai pembangunan dua blok dari 5 lantai  yang direncanakan. Setiap tower dengan 5 lantai ini diperkirakan menelan biaya Rp 21 milyar. Dijadwalkan pada Juni 2014 pembangunan sudah selesai.

Menanggapi masalah ini, Lurah Jatinegara Kaum, Henrica Suwandi, mengatakan warga, pelaksana dan instansi terkait sudah melakukan pertemuan. Hasilnya sudah disampaikan pada Oktober 2013 lalu melalui Bagian Ortala (Organisasi Tata Laksana) Pemko Jakarta Timur.
“Sudah kita laporkan, silahkan saja baca laporannya,” katanya. (chotim/yo)

Foto: Istimewa