Monday, 19 November 2018

APBD DKI 2014 Belum Cair Juga, Ada Apa ya?

Senin, 10 Maret 2014 — 19:25 WIB
SS-dms01

MEMERIKSA dan mengesahkan anggaran belanja daerah adalah tugas pokok dan pekerjaan rutin anggota dewan di gedung DPRD di setiap provinsi,  yang berulang tiap tahun. Bukan proyek dadakan yang bikin pelaksananya harus belajar dari awal.

Meski demikian pekerjaan itu tak selalu mulus. Dari tahun ke tahun selalu molor. Pengesahan APBD 2014, demikian juga. Molor beberapa kali. Semula pada November 2013, kemudian molor ke Desember 2013, lalu pertengahan Januari 2014 dan terus mundur. Sampai sekarang.

SS-dms01

Bahkan setelah disetujui Kementrian Dalam Negeri, dan kini sudah memasuki bulan Maret 2014, belum juga cair juga. Konon, masih tertahan di Gedung DPRD di Kebon Sirih. Ada apa lagi?

APBD yang tak kunjung cair berdampak sistemik. Banyak kegiatan pro rak yat ibukota yang tertunda. Misalnya pasar malam untuk kaki lima di di akhir pekan (night market), yang menggerakkan ekonomi pedagang kecil.

Tahun ini DKI punya APBD Rp.72 triliun. Angka yang sangat menggiurkan, melonjak dari tahun lalu yang Rp50-an triliun. Peningkatan Rp20 triliun itu tentulah membuat air liur wakil rakyat mengucur. Berharap ikut kebagian, lewat  titipan proyek, untuk mengisi logistik partai dan kampanye pencalegan.

Menjelang Pemilu 2014, yang merupakan akhir tugas wakil rakyat di ibukota, sebagian wakil rakyat ibukota pun “nyalon” lagi, sehingga alasan logistik paling mendekati kemungkinan tersendatnya pencairan APBD itu.

Apakah ada titipan yang belum “nyampe” di APBD 2014? Sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya? Apakah anggaran yang bisa ditunggangi belum tercantum?  – dimas