Tuesday, 25 September 2018

PNS Kepruk Suami Pakai Palu Hingga Tewas

Senin, 10 Maret 2014 — 20:14 WIB
Ilustrasi mayat.

Ilustrasi mayat.

BREBES (Pos Kota) – Kesal karena minta uang untuk biaya kuliah anak tidak diberi dan sering dianiaya, seorang guru PNS di daerah Bumiayu, Kab. Brebes, Jawa Tengah, nekat membunuh suaminya dengan cara kepalanya dikepruk martil. Akibatnya korban tewas seketika.

Setelah sang suami, Bambang Purwo Mei Hartanto, 56, meregang nyawa, tersangka Darkem bin Darno, 48, warga Desa Kalierang, Kec. Bumiayu, membawa jasad suaminya naik motor dan membuangnya di Kali Lumbir, Banyumas, yang berjarak sekitar 50 km dari rumah pasangan suami istri itu.

Pembunuhan yang menimpa Bambang terjadi pada Sabtu (8/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Korban yang sedang tidur pulas tak sadar kalau menjadi incaran sang istri yang kesal karena sering dianiaya dan tidak diberi uang sehari-hari.

Saat itulah, korban dibekap mukanya sambil ditindih bantal. Setelah itu, korban dikepruk di kepalanya pakai martil hingga tewas seketika. Setelah tewas, korban membungkus mayat korban pakai sprei dan dibonceng pakai motor untuk dibuang.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan warga, tersangka mengikat mayat suaminya itu ke badannya. Ibu empat anak ini juga menutup kepala suaminya yang berlumuran darah pakai plastik. Setelah itu dipakaikan helm dan dinaikkan ke motor.

Setelah dibuang ke kali, jasad Bambang ditemukan warga saat hendak mandi di Kali Lumbir pada Minggu (9/3) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Banyumas, Jawa Tengah.

Petugas yang menyelidiki kasus ini kemudian mengembangkan kasus ini. Setelah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta minta bantuan ke polsek tetangga di sekitar Banyumas dan Bumiayu akhirnya diketahui identitas korban yang bernama Bambang.

Petugas pun menangkap Darkem pada Senin (10/3) pagi dan membawanya ke Polres Banyumas untuk menjalani pemeriksaan. Kapolres Banyumas, AKBP Dwiyono menyatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, motif pembunuhan ini karena korban sakit hati dan kesulitan ekonomi.

Sebelum kejadian, mereka sering bertengkar karena suaminya. Bahkan, pelaku sering dianiaya hingga luka di tangan. “Tersangka kami kenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (tiyo)