Thursday, 15 November 2018

APBD 2014 Tangerang Selatan Turun Rp100 Miliar

Selasa, 11 Maret 2014 — 23:14 WIB
tangerang-selatan

PAMULANG (Pos Kota) –  Setelah menunggu satu bulan lebih berkaitan dengan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkatung-katung akibat Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ditahan pihak KPK akhirnya draf evaluasi APBD tahun 2014 ditanda tangani. Walaupun ada penurunan sekitar Rp 100 milyar dari rencana yang ada.

“Memang betul jajaran anggota DPRD Kota Tangsel sudah mengesahkan melalui rapat paripurna tanggal 3 Pebruari 2014 lalu tapi karena belum ditanda tangani Gubernur Banten terpaksa APBD 2014 tersebut sempat molor dari waktu yang ditentukan,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tangsel, Teddy Meiyadi, Selasa (11/3).

Setelah ditanda tangani Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah nantinya akan dilakukan penjabaran APBD dan penetapan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sekitar tiga hari dan baru bisa dicairkan setelah kegiatan itu dilakukan.

Saat pengesahan APBD Kota Tangsel 2014 pada 2 Februari lalu, disepakati bahwa APBD Kota Tangsel 2014 sebesar Rp 2,6 Triliun. Namun setelah dilakukan evaluasi, kata dia, APBD Kota Tangsel turun Rp 100 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

“Penurunan ini karena ada perubahan detil di belanja pegawai. Terkait itu, yang mengetahui DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” ujarnya.

Ada enam prioritas pembangunan tahun 2014 yang telah ditetapkan pada RKPD dan KUA PPAS, yaitu peningkatan kualitas infrastruktur dasar, peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, optimalisasi penyelenggaraan pemerintah daerah, dan pemberdayaan usaha mikro kecil menengah dan penanggulangan kemiskinan dan pengganguran.

PERLU KEHATI-HATIAN

Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin rachmi Diany, beberapa waktu lalu menegaskan penyusunan APBD dilakukan dengan perencanaan sesuai kebutuhan yang ada.

Pemkot akan transparan dalam penggunaan anggaran ini. Harapannya RPJMD dapat diimplementasikan serta dapat berjalan sesuai rencana yang ada.

Keterlambatan pengesahan terhadap APBD tahun 2014 untuk Kota Tangsel karena penyusunannya perlu kehati-hatian, tuturnya kalau tergesa-gesa nantinya malah berdampak tak baik.

“Kita ingin APBDTahun Anggaran 2014 ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tangsel sehingga penyusunan agak telat,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua DPRD setempat, Tb Bayu Murdani, mengaku kecewa terhadap penyusunan APBD yang molor dibanding tahun-tahun sebelumnya dan diharapkan tak akan terulang lagi untuk tahun mendatang.

Pihaknya akan mengawasi jalannya program kegiatan. Ini dilakukan agar terjadi sinergitas antara Pemkot dan Dewan. “Tugas kita ‘kan mengawasi jalannya pemerintahan. Bila ada kesalahan, ya kita kritisi,” ujarnya. (anton/D)

  • dimas

    DPRD Tangsel harus lebih profesional n tegas dalam mengawasi kegiatan pemerintahan kota tangerang selatan agar penetapan n pemanfaatn anggaran belanja daerah berjalan lancar sehingga pembangunan tangsel n kesejahteraan masyarakat tangsel bisa terlaksana