Tuesday, 25 September 2018

Ditindih yang Berat, Dililit yang Panjang

Selasa, 11 Maret 2014 — 16:23 WIB
SS-Soes11n

BANYAK manusia bergantung pada orang lain,karena ketidak berdayaannya. Seperti kata pepatah; Ditindih yang berat,dililit yang panjang. Yakni, tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang.

Anak-anak,misalnya masih bergantung pda orang tua. Syukur kalau orang tuanya baik,tapi kalau galak?Celakalah si anak. Apalagi anak yang tak punya orang tua, bapak atau ibu,pastinya menderita. Beruntung kalau ada yang peduli,bisa diangkat anak,dan diperlakukan dengan layak. Atau dimasukkan dalam yayasan yang biasa memelihara dan mendidik. Namun,tak jarang anak-anak ini juga mendapat perlakuan tidak baik.

SS-Soes11-475

Ada juga ketergantungan orang-orang kecil pada atasan atau majikan. Golongan mereka sebut saja, para pekerja perorangan atau pembantu rumah tangga. Banyak calon tenaga kerja yang sangat bergantung pada bos mereka,tapi ujung-ujungny kena tipu.

Banyak juga PRT,yang setia pada majikan,tapi juga dianiaya. Bentuk aniaya seperti,tidak dibayar upahnya,atau kekerasan pisik, disekap,dipukul, digebuk,tendang dan disetrika.

Yah,banyak ya,kasus serupa,yang korbannya selalu orang-orang kecil. Kecil dalam arti pisik dan kemampuan?

Jadi apakah orang-orang gede, berkuasa, selalu jadi pelaku? O,bisa juga begitu. Misalnya,kalau diurut-urut tindak pidana korupsi yang dilakukan bawahan kan karena ’tekanan’ dari atasan? Apa itu tekanannya?  Hemm,kasih tau nggak ya? – massoes