Tuesday, 25 September 2018

Tim Sukses kok Korupsi? Ya Dioperasi atau Amputasi !

Rabu, 12 Maret 2014 — 9:18 WIB
SS-dms12n

BANGKAI itu mau disembunyikan di mana pun tetap bau bangkai. Busuk.
Juga perselingkuhan. Atau Kong kalikong dan bisnis kotor.

Sementara warga ibukota dirugikan dengan munculnya bus ‘odong-odong’
dari China, dari proyek senilai Rp.1,5 Triliun,  untuk 656 unit yang
dipesan, gubernur dan wakilnya pun dicerca kiri kanan oleh pengamat
dan musuh politiknya.

SS-dms12-475

Kini perlahan terkuak siapa yang bermain – yang mendatangkan bus China
yang sebagiannya barang rongsok itu.  Kemarin koran ibukota mengungkap
yang main proyek pengadaan bus bukan orang jauh, melainkan mantan tim
sukses sendiri. Tim sukses Jokowi sejak  di Solo.

Begitulah politik. Menjadi tim sukses bukan bekerja ikhlas, sukarela,
“padamu negeri” untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan
warga bangsa dan negara, melainkan ada bisnis di belakangnya.
Menangguk untung. Bisnis berbalut politik.

Maka di era transparansi kini semua urusan publik musti dibuka lebar.
Apalagi yang merugikan warga, merugikan Pemprov, merusak citra
gubernur, dan merugikan negara. Siapa pun yang main harus disikat.

Bus-bus bikinan China itu, oleh pihak yang dipercaya pengadaannya,
bukan hanya digelembungkan harganya – di-mark up – melainkan juga
diturunkan mutunya, dengan banyaknya komponen rongsok yang dijejalkan
di dalamnya.

Gubernur Jokowi dan Ahok kembali diuji. Selama ini mereka tegas kepada
aparat warisan pendahulunya yang korup, sehingga melambungkan citranya
ke level nasional, yang menjadikannya kandidat Capres dan Cawapres di
Pemilu 2014 ini.

Bagaimana halnya kepada tim suksesnya yang merongrong dari dalam? Tim
yang mengatur dan kasuk-kusuk dengan Dinas Perhubungan  dan pengusaha
yang mendatangkan bus odong-odong itu, jelas sudah merusak citra
positif yang susah payah dibangun Jokowi-Ahok, selama ini. Sudah
berubah jadi kanker. Harus dioperasi atau amputasi.  – dimas.