Wednesday, 15 August 2018

Suami Tewas Ditusuk Penjahat

Istri Lawan Perampok Karena Takut Mati

Kamis, 13 Maret 2014 — 11:46 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANGERANG (Pos Kota) – Istri pedagang kelontong Ny.Suikim mengaku terpaksa melawan perampok yang masuk ke tokonya karena kalau pasrah saja dirinya akan mati diserang pelaku.

Hal ini diungkapkan saat dikunjungi petugas Polsek Ciledug yang dipimpin Kanit reskrim Iptu IR Situmorang,SH di RS Sari Asih, Kamis (13/3). Ia dirawat setelah perutnya ditusuk tersanga Irwan yang hendak merampok tokonya di Jalan HOS Cokroaminoto, Kreo, Ciledug, Kota Tangerang.

Menurut wanita yang berpostur tubuh tinggi dan mahir bela diri ini, saat dirinya  dihujani pisau pelaku ia melawan dengan menendang dan memukul wajah pelaku. Namun, pisau pelaku sempat menancap di perutnya.

“Saat itu saya berfikir kalau nggak melawan akan mati,” ucapnya mengenang kejadian yang dialaminya. Kemudian ia mencabut pisau yang nancap diperutnya lalu melawan pelaku.

“Pelaku saya dorong hingga jatuh lalu saya naikan tubuhnya, seperti naik kuda dan saya tusuk matanya dan wajahnya,”  ujarnya. Pada saat itu pelaku mengenakan topeng penuntup wajah. Dan ketika dibuka oleh Suikim, ternyata ia mengenal pelaku karena sering belanja di tokonya.

Pelaku, kata Suikim, memang merencanakan merampok tokonya  karena dililit utang banyak. Dalam peristiwa ini suami Suikim yakni Ricky tewas ditusuk pelaku hingga 11 tusukan diperut dan punggung.

Akibat perbuatan pelaku yang terjada pada Selasa (11/3) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB ini, Suikim harus kehilangan suami tercintanya. Dari perkawinannya dengan korban, ia dikaruniai empat anak yang di antaranya masih kecil. (maryoto/yo)

sukimin1

Teks foto: Ny.Suikim dikunjungi anggota Polsek Ciledug. (maryoto)

  • Simelekete

    Kalau di luar negeri, masuk ke rumah orang tanpa permisi kemudian dibunuh oleh pemilik rumah, hal itu diperbolehkan atau si pemilik rumah tidak akan dihukum. Nah apalagi merampok. Kalau di indonesia beda undang2 yg konyol menguntungkan bagi penjahat, perampok sekalipun tidak boleh dibunuh oleh yang dirampok. Jadi yang dirampok yang kebanyakan mati konyol karena melawan salah tidak melawan mati. Undang2 di indonesia ini perlu direvisi. Agar penjahat tidak semakin merajalela.