Sunday, 16 December 2018

Ditegur Ketua Fraksi Golkar, Ashraf Ali

Jokowi Abaikan Protes Warga Soal Proyek Apartemen

Kamis, 13 Maret 2014 — 15:48 WIB
abaikan`

GAMBIR (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta DPRD DKI tidak mengabaikan warga Pondok Labu, yang menuntut penutupan pembangunan apartemen di Jalan RS Fatmawati, Jaksel. “Warga sudah melayangkan surat protes 2013 namun tak digubris Pak Jokowi,” kritik Ashraf Ali, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD di gedung dewan, Gambir, Kamis (13/3).

Atas ketidak-pedulian Gubernur Jokowi terhadap keluhan ribuan warga di RW 04 Kelurahan Pondok Labu, kata Ashraf, Fraksi Golkar segera berkirim surat ke Jokowi untuk menindak-lanjuti pembangunan apartemen yang diprotes warga dan diragukan izinnya. “Kami sedang susun suratnya dan langsung dikirim,” tambah Ashraf saat menerima kedatangan warga Pondok Labu di ruang kerjanya.

Sejumlah warga yang datang ke kantor Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta di antaranya Ketua RT 01/04 Tumbur Pardede, Indra, Irwan, dan Pujiatno mewakili ratusan warga yang tinggal di sekitar proyek apartemen. “Pembangunan apartemen yang tidak memperhitungkan lingkungan mengakibatkan puluhan rumah warga rusak. Dinding lantai dua rumah saya retak-retak,” kata Indra.

Diperoleh keterangan proyek Apartemen Admiral yang berdiri di atas lahan 18 hektar akan dibangun sebanyak 14 tower. “Pembangunan sejak 2012 dan tidak pernah minta izin warga, sedang menyelesaikan tower ketiga,” ujar Tumbur menambahkan warga sudah berjuang melalui Walikota Jaksel maupun Pemprov DKI namun tak membuahkan hasil. “Akhirnya kami minta bantuan Pak Ashraf Ali untuk melindungi lingkungan kami,” paparnya.

Atas keluhan warga, pembangunan apartemen itu pernah disegel Dinas P2B DKI Jakarta pada 8 Desember 2013. “Tapi anehnya, meski disegel tapi pembangunan tetap berjalan,” tambah Indra yang mendesak pemerintah menindak tegas pelanggaran ini. Kalau memang pihak pengembang punya izin yang resmi dan dibangun sesuai gambar, maka warga tidak akan protes lagi. (joko/yo)

Teks Foto: Ashraf Ali (tengah) Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta bersama warga Pondok Labu yang memprotes proyek apartemen dekat permukiman mereka. (Joko)

  • RW04 PONDOK LABU

    Koreksi ttg kalimat terakhir bahwa “tetapi anehnya meskipun disegel. Pembangunan tetap berjalan yg benar adalah “tetapi anehnya meskipun disegel dan diketahui bu lurah bahwa segel ditutup dgn spanduk, maka yang bersangkutan atau pengembang shrsnya dikenakan sanksi pidana, sesuai yg tertulis dlm plat segel”, dan koreksi kedua tentang kalimat ” kalau pengembang memiliki ijin resmi, dan dibangun sesuai gbr maka warga tidak akan protes lagi” seharusnya yg benar adalah kalau pengembang memiliki ijin resmi, dgn melakukan prosedure yg benar misal dgn sosialisasi warga sekitar yg kemungkinan terkena dampak, analisis amdal yg “benar” dlsb, maka warga tidak akan protes.