Saturday, 20 October 2018

Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah:

Jokowi dan Ahok Harus Selesaikan Tanggungjawab

Kamis, 13 Maret 2014 — 11:19 WIB
Jokowi dan Ahok

Jokowi dan Ahok

JAKARTA (Pos KOta) – Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah  menyesalkan  sikap dua pimpinan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang terus-terusan disibukkan dengan urusan mengejar jabatan yang lebih tinggi tanpa peduli dengan masyarakat yang telah  memilih mereka. Saat ini sudah seharusnya mereka menyadari bahwa mengerjakan tanggungjawab yang ada jauh lebih penting daripada terus mengejar jabatan.

“Saya sesalkan sikap mereka yang terus-terusan tanpa henti berburu jabatan yang lebih tinggi dan melepaskan tanggungjawabnya kepada para pemilihnya dalam berbagai pemilihan selama ini. Saat ini sudah saatnya mereka sadar untuk menyelesaikan tanggungjawabnya,” ujar Fahri ketika dihubungi wartawan terkait isu Capres Jokowi dan Cawapres Ahok, Kamis (13/3).

Kedua pemimpin DKI Jakarta itu saat ini jelas Fahri seperti sudah melupakan tanggungjawabnya sebagai gubernur dan wakil gubernur.”Pada saat pekerja mereka ini bisa dibilang belum ada satupun yang jelas karena memang belum ada pembangunan yang mereka lakukan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, Jokowi malah  sibuk mau nyapres dan Ahok sibuk mau jadi gubernur dan wakil presiden,” tambahnya.

Suara rakyat yang memilih Jokowi dan Ahok selalu ditinggalkan. Suara rakyat hanya digunakan untuk batu loncatan tanpa harus punya tanggungjawab terhadap rakyat yang memilihnya.”Jokowi dan Ahok itu kok yah tega. Jokowi dulu jadi walikota belum selesai jadi gubernur dan kini mau jadi presiden.Begitu juga Ahok dulu bupati, terus menjadi anggota DPR dan kini wagub dan sekarang sibuk mau jadi gubernur dan wakil presiden. Semuanya tidak ada yang selesai,” imbuhnya.

Masyarakat pun hanya dimanfaatkan dan terinjak sebagai anak tangga demi mencapai tujuan mereka sendiri. “Masyarakat tidak terlayani hanya dijadikan anak tangga mencapai jabatan yang lebih  tinggi. Belum ada satupun pembangunan yang dilakukan mereka berdua dalam membangun Jakarta. Mana janji mereka?Jakarta tambah macet dan kini banjir muncul tiap kali hujan turun. Siklus banjir lima tahunan berubah menjadi siklus banjir tiap hujan,”ujar Anggota Komisi III ini lagi.

Jokowi seharusnya bisa membuktikan berbagai pernyataannya sendiri bahwa dengan APBD yang terbesar diantara daerah  lainnya, dia bisa melakukan banyak hal. “Sekarang lihat saja buktinya, monorail juga tersendat, busway bermasalah dan malah melibatkan orang dekatnya. Impor mobil saja tidak becus bagaimana mau memimpin negara ini,” tegasnya.

Dia pun menilai perlakuan terhadap SBYdan Jokowi tidak adil. Presiden SBY selalu menyerahkan ke kasus penegak hukum jik ada anak buahnya yang korupsi dan selalu disalhkan, sementara Jokowi selalu menyalahkan anak buahnya dan terus dibela oleh masyarakat.

”Kalau semua pejabat seperti Jokowi yang selalu bebas menyalahkan anak buahnya jika ada kasus, enak betul jadi pejabat di Indonesia. SBY saja menyerahkan kasus ke hukum dihujat.Kalau semua pejabat boleh lepas tangan seperti Jokowi, kenapa menyalahkan SBY?,”pungkasnya. (prihandoko/yo)