Wednesday, 21 November 2018

Nilai Ekspor Furnitur Indonesia di Bawah Vietnam dan Malaysia

Kamis, 13 Maret 2014 — 16:22 WIB
furniture ekspor

JAKARTA (Pos Kota) – Nilai ekspor furnitur atau mebel Indonesia di bawah Malaysia dan Vietnam. Kondisi ini cukup meresahkan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat.

“Saya resah melihat perbandingan ekspor yang kalah dengan Vietnam dan Malaysia. Mari mulai memperkuat industri furnitur indonesia,” kata MS Hidayat yang berharap ekspor mebel kayu dan rotan mencapai  lima miliar dolar AS per tahun pada 2019

Karena itu,  Menperin meminta para pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan kreatifitasnya di produk mebel agar kian bersaing di kancah internasional. Sepanjang 2013, ekspor nasional baru mencapai 1,7 miliar dolar AS.

“Industri mebel dan furnitur harus bisa meningkatkan produksi. Dalam lima tahun, ekspor mebel harus mencapai 5 miliar dolar AS. Meskipun nanti pemerintahan sudah berganti, produksi mebel harus tetap meningkat,” ujar Hidayat.

Menurut dia, masalah utama tidak kompetitifnya ekspor mebel nasional terletak pada permasalahan biaya transportasi yang mahal. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya mencarikan solusi atas hal tersebut.

“Masalah mahalnya biaya itu yang mau kami perangi, kami menjanjikan itu,” papar dia.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan penanggungan biaya sertifikasi sistem verifikasi dan legalitas kayu (SVLK) hingga lebih dari satu tahun.

“SVLK memang kita tanggung satu tahun ini, tapi asosiasi mau lebih dari setahun, kami akan pertimbangkan,” janji Hidayat.(Tri/d)