Sunday, 16 December 2018

Pada Sidang Kasus Suap

Wawan Sebut-sebut Nama Mantan Wakil Bupati Lebak

Kamis, 13 Maret 2014 — 17:26 WIB
mauajeeen

JAKARTA (Pos Kota) – Terdakwa kasus dugaan suap terkait penanganan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK), Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, menyebut mantan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, sebagai pihak yang paling berkepentingan dalam permohonan pemenangan sengketa itu.

“Saya didakwa dalam kasus penyuapan, dalam hal ini sudah jelas bahwa saya tidak berkepentingan untuk persoalan Pilkada Lebak dan yang paling punya kepentingan itu Amir Hamzah,” katanya usai sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/3).

Dalam eksepsi yang dibacakan penasihat hukumnya, juga disampaikan, Amir Hamzah dan Kasmin merupakan pihak yang sesungguhnya menyuap Akil Mochtar selaku Hakim Konstitusi.

Keduanya (Amir dan Kasmin) adalah pihak yang meminta bantuan uang sebesar Rp1 miliar dari Wawan melalui seorang pengacara bernama Susi Tur Andayani untuk diberikan kepada Akil Mochtar dalam perkara Pilkada Lebak, Banten.

“Nanti kita buktikan dengan saksi-saksi. Jadi persoalan fakta nanti bisa dibuktikan lebih jelas lagi di persidangan dengan saksi lainnya,” imbuhnya.

Meski begitu, Wawan menyangkal sengaja menyinggung Amir agar diseret menjadi tersangka. “Saya tidak minta itu, tapi nanti hakim yang memutuskan untuk keadilan,” pungkasnya.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Wawan memberikan uang Rp 1 miliar untuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar melalui Susi Tur Andayani. Uang itu untuk membantu memenangkan Amir Hamzah dan Kasmin dalam pengurusan sengketa Pilkada Lebak di MK.

Uang Rp1 miliar tersebut merupakan bagian dari jumlah yang diminta Akil, yakni Rp3 miliar. Pemberian uang itu pun direstui oleh Gubernur Banten yang juga kakak Wawan, Ratu Atut Chosiyah.

Dalam sidang pembacaan eksepsi ini, Wawan tidak didampingi istrinya, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (20/3). (yulian)

Wawan dan Airi di Pengadilan Tipikot (rihadin)