Wednesday, 21 November 2018

Konvensi Capres Ala PDIP, Pesertanya Cuma Jokowi

Jumat, 14 Maret 2014 — 2:39 WIB
SS-Goen14M-322

SEIRING dengan berlangsungnya konvensi Capres Partai Demokrat, ternyata diam-diam PDIP juga menggelar Konvensi Capres. Cuma bedanya, konvensi Demokrat diikuti 11 tokoh, konvensinya Megawati hanya diikuti Jokowi seorang. Sebagai peserta tunggal, soal elektabilitas sudah tak diragukan lagi. Tapi loyalitas pada partai, ini yang masih perlu diuji, sehingga untuk membuktikannya, Jokowi harus berani ”mencuri” waktu nginthil (ikut) Megawati nyekar ke makam Bung Karno di Blitar.

PM Inggris Winston Churchil pernah mengatakan, ”Aku sangat mencintai partaiku. Tapi begitu sudah menjadi PM, hari itu juga cintaku pada partai berakhir, karena saya kini sudah menjadi milik warga Britania Raya.” Itu artinya, Winston lebih mementingkan bangsanya, bukan lagi partai.

SS-Goen14M-475

Kader PDIP yang sedang naik daun kini ada dua, Jokowi yang jadi Gubernur DKI dan Tri Rismaharini Walikota Surabaya. Bertolak dari ”filosofi”-nya Winston Churchil, sepertinya yang mendekati hanyalah Risma. Meski menjadi walikota karena diusung PDIP, setelah jadi orang nomer 1 di Surabaya dia tak mau lagi kampanye buat PDIP. Beda dengan Jokowi, meski sudah Gubernur DKI Jakarta, dia disuruh-suruh Ketum PDIP masih semrinthil (langsung mau).

Bisa jadi Risma berani menentang PDIP, karena sudah tidak ada target lagi. Beda dengan Jokowi, setelah Gubernur DKI dia mengincar posisi RI-1. Karena yang pegang tiket PDIP ke Pilpres 2014 adalah Megawati, terpaksa dia harus luwes bersikap. Diajak ke mana-mana olehnya, pasti mau. Maka rakyat kemudian melihat, berulang kali Jokowi ndherekke (mengantar) Ketum PDIP. Yang terakhir misalnya, setelah disuruh ke Riau kemarin dia ”ngglenes” (tanpa pamit) ikut Megawati ke makam Bung Karno di Blitar.

Inilah Konvensi Capres ala PDIP. Berdasarkan cacatan semua lembaga survei, soal elektabilitas Jokowi sebagai calon Capres sudah tak diragukan lagi. Tapi Megawati tak hanya butuh itu. Loyalitas wong Solo ini pada partai juga masuk penilaian. Misalkan Jokowi berhasil jadi presiden, Megawati tidak mau  dia “menelantarkan” kader-kader PDIP. Diakui atau tidak, banyak kader PDIP yang ingin “titip awak” alias menjadi menteri atau pimpin sejumlah BUMN. – gunarso ts

 

  • abu

    ngeri juga kalo begitu, jadi Presiden tapi tersandera dalam partai. Ujung-ujungnya bakal ada koruptor baru bahkan mungkin lebih. Tadinya mau milih Jokowi jadi pikir-pikir lagi deh…maaf yang mas joko…

  • dddd

    Akhirnya jokowi capres dan akhirnya kami tidak golput

  • untung

    mega pasti berfikir panjang,demi anak2nya pdip hrs dibesarkan secara prof oleh org yg prof,nah dia hrs mendukung Jokowi abis2an,selain jokowi hrs bekerja utk rakyat,nah Mega hrs melindungi dr musuh2 Jokowi

    • untung

      kita cukup selalu mengingatkan Mega,Prananda hrs dilapangkan jlnnya utk meraih RI satu,puan kurang berbobot