Monday, 19 November 2018

Suami Kepergok Punya Wil Istri Digebugi Bersama-Sama

Jumat, 14 Maret 2014 — 11:10 WIB

Ini kisah peselingkuh berdarah dingin. Ketahuan istri punya WIL, Henricus, 40, bukannya malu dan minta maaf, justru mengajak sang WIL untuk mengeroyok istrinya. Tentu saja Ny. Yohana, 35, jadi sakit dua kali. Ya sakit tubuh karena digebuki dua orang, ya sakit hati karena cintanya dikhianati sang suami.

Lelaki punya PIL itu biasanya karena dua penyebab. Ada yang kepepet lantaran kondisi, ada pula yang memang sudah menjadi hobi. Bagi yang kepepet, akan malu bila mana aksinya ketahuan. Tapi bagi yang hobi dan sudah mbalungsungsum, ketahuan istri dianggapnya biasa saja. Tak perlu minta maaf itu, karena pada kesempatan lain akan mengulanginya kembali. Itulah kelakuan peselingkuh berdarah dingin.

Henricus warga Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang (NTT), merupakan bagian dari peselingkuh berdarah dingin itu. Di rumah istrinya sudah melayani suami sebaik mungkin dari kebutuhan materil maupun onderdil, dia masih juga mencari kepuasan di luar rumah. Maka benar kata orang, lelaki itu kadang-kadang seperti anjing. Meski di rumah selalu diberi makan nasi, ketemu kotoran di jalan dimakan juga.

Alkisah, Henricus kini sedang punya WIL, janda muda dari Jl. Bajawa, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo. Dibanding dengan istrinya, sebetulnya Theresia, 28, kalah cantik, tapi menang baru. Itu saja. Ibarat makan, masak di rumah hanya ketemu sayur oseng-oseng melulu, sekali-kali kan butuh lodeh atau sayur asem. Jadi katanya, hidup itu tak menjadi monoton, hanya begituuuu saja.

Gara-gara punya WIL, Henricus sering tidak tidur di rumah, karena sibuk meniduri gendakannya. Awalnya Ny. Yohana tidak tahu permainan suaminya di luar. Sebab jika tak tidur di rumah, ngakunya sedang piket di kantor atau tugas luar kota. Padahal sesungguhnya, apanya yang piket? Kalau pipi lengket, memang iya!

Yohana baru sadar ketika uang gajinya tak pernah lagi utuh sampai rumah. Ini aneh sekali. Pegawai di mana pun jika tugas luar kota, pasti dapat uang lebihan, macam anggota DPR studi banding ke luar negeri. Kok ini malah berkurang. Apa Henricus suka berjudi. Rasanya juga tidak. Sebab ciri khas penjudi: matanya kuyu kurang tidur, dan penampilan seadanya dan bau apek lagi. Padahal Henricus justru semakin perlente.

Diam-diam Yohana mencari info. Lama-lama ada yang memberi tahu bahwa suaminya kini sedang punya simaskot non BRI. Jika dia ngaku tugas luar kota, sebetulnya dia malah asyik di dalam kamar janda Theresia. Bahkan sang informan itu memberikan pula alamat WIL-nya Henricus. “Tapi bener lho Bu, jangan cerita sumbernya dari saya. Bisa mati aku….,” begitu kata informan yang tidak memperoleh pengamanan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi & Korban).

Yakin bahwa infonya A-1 alias akurat banget, beberapa hari lalu Yohana mendatangi rumah di Jalan Bajawa. Ternyata betul. Dengan mata kepala sendiri dia melihat Henricus-Theresia duduk-duduk di teras bak Rama dan Sinta saja. Langsung saja dia menghambur masuk dan menuding-nuding suaminya.

“O begini ini ya tugas luar kota? Ternyata kamu malah punya gendakan. Ini perempuannya juga begitu. Mau jadi janda gatel silakan saja, tapi jangan dengan suamiku.” Hardik Yohana saking emosinya, lupa bahwa itu bukan di rumah dan daerah sendiri.

Anehnya, Henricus bukannya malu dan minta maaf, tapi justru marah pada istri karena ditelanjangi di depan WIL. Begitu juga Theresia, dia sangat tersinggung karena diberi stigma janda gatel. Orang gatel-gatelnya sendiri, kok orang lain yang sibuk, memangnya mau bantu menggaruk, apa? Oleh karena itu seperti dikomando, keduanya langsung mengeroyok Yohana sekaligus. Henricus main tempeleng sedangkan Theresia main cakar, kayak kucing. Dalam kondisi babak belur dan wajah simpang siur, Yohana mengadu ke Polsekta Oebobo.

Istri sibuk mengadu ke polisi, suamu sibuk mengadu sesuatu. (JPNN/Gunarso TS)