Friday, 21 September 2018

Film Kesurupan Setan

Upaya Menyelamatkan Penderita Sleepwalking

Jumat, 14 Maret 2014 — 15:03 WIB
Film-Kesurupan-Setam

JAKARTA (Pos Kota) – Olla, seorang gadis penderita sleepwalking atau suka berjalan di saat tidur. Penyakit anehnya itu sangat meresahkan keluarga dan sahabat Olla, Cio, yang berprofesi sebagai fotograper. Mereka takut, jika Olla tetap tinggal di Jakarta, dan lepas dari pengawasan, dia akan berjalan sambil tidur di malam hari menuju jalan raya, yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Cio juga punya firasat lain, bahwa penyakit yang diderita Olla itu aneh. Olla tidak boleh mengalami stress sedikit pun. Maka, demi menyelamatkan gadis cantik itu, sekaligus menyembuhkan penyakitnya, Olla pun diungsikan ke sebuah villa di Puncak. Sebagai sahabat sejati, Cio menemaninya dan selalu menjaga serta menghibur agar Olla tidak strees.

Tetapi, apa yang terjadi? Ternyata villa yang terkesan nyaman itu tidaklah aman. Ada roh-roh penasaran dan membawa dendam saat masih hidup, yang mengganggu mereka. Bahkan, masuk ke raga Olla sehingga gadis itu kesurupan hebat. Teror setan itu pun dimulai. Ketegangan demi ketegangan menyergap Cio dan Olla. Namun, Cio terus berusaha melindungi Olla.

“Jadi ada salah persepsi dari orang tua, yang beranggapan bahwa jika anaknya menderita Tidur berjalan akan aman kalau ditempatkan¬† di villa yang jauh dari keramaian,” begitu kata Subakti I.S, menjelaskan cerita film yang digarapnya.
Menurut dia, Kesurupan Setan adalah film horor remaja. Film ini penuh suspens yang mengejutkan, tetapi jauh dari adegan  esek-esek seperti kebanyakan film horor,

“Kesurupan Setan ini justru mengangkat tema yang tak biasa. Kita menjauhi adegan syur. Ini murni horor remaja, yang dikemas dengan pesan moral mendidik,” jelasnya. “Ya tentang kesetiakawanan dan persahabatan yang tulus. Pesan moralnya, demi persahabatan, maka meski salah seorang dari mereka dalam keadaan apa pun tak akan ditinggalkannya. Ditemani dan ditolong, meski harus menderita,” papar Subakti.

Dan, Subakti menjanjikan, film horor remaja ini, meski mencekam namun tetap romantis, karena dibumbui lagu-lagu manis yang dinyanyikan Rossa Idol dan Dera Idol. Rossa Idol dan Cicio Manassero berhasil memerankan tokoh Olla dan Cio, dengan baik. Mereka sangat menjiwai karakter tersebut. Sehingga, lantaran begity nenjiwai, membuat mereka terlibat cinta lokasi.

“Bisa jadi pemicunya karena saya terlalu mendalami karakter tokoh Cio. Nah, kedekatan saya dengan Olla itu akhirnya mencuatkan chemistry rasa saling mengagumi dan membutuhkan. Ngobrol apa pun selalu nyambung, hingga terjalin hubungan asmara ini,” akui Cicio. (anggara/yo)