Friday, 16 November 2018

Kebakaran Hutan di Riau Akibat Penegakan Hukum Lemah

Sabtu, 15 Maret 2014 — 11:27 WIB
kualagelap

JAKARTA (Pos Kota)- Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Riau akibat lemahnya penegakan hukum. Orang-orang yang sengaja membakar hutan untuk tujuan tertentu, tidak mendapatkan sanksi hukum yang setimpal sehingga mereka cenderung mengulangnya.

“Jadi 95 persen penyebab kebakaran sengaja dilakukan oleh oknum penduduk dan bukan karena factor alam,” papar Agung , Jumat (14/3).

Menko Kesra nerharap Mabes Polri, Polda Riau dan beberapa Polres di Riau mengatasi kasus kebakaran hutan itu. Pelaku tidak cukup ditangkap, tetapi harus diadili dan dihukum seberat-beratnya. Jika perlu, izin usaha perusahaan yang bersangkutan harus dicabut.

Saat ini lanjut Agung, kebakaran hutan di Riau ditanggulangi lewat 3 operasi, yaitu operasi darat, operasi udara, dan operasi penegakan hukum. Untuk operasi udara dilakukan water booming dan modifikasi cuaca atau hujan buatan. Sebanyak 2 pesawat amphibi BE-200, 2 helikopter Kamov, 2 helikopter Sikorsky, dan 4 helicopter Bolco dikerahkan untuk water bombing.

Untuk operasi di darat, telah ada dukungan TNI-AD dua batalyoen untuk ikut memadamkan api. Berkoordinasi dengan Kemenhut pemerintah telah menggerakkan 1.755 personil Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Ap.

Rencananya Menko Kesra bersama Presiden Sabtu ini (15/3) akan menuju Riau, untuk meninjau secara langsung kebakaran lahan dan hutan. . (inung)


Teks : Akibat kebakaran hutan di Riau, asap tebal ikut menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia (reuters)