Wednesday, 19 September 2018

Tak Ada Asap, Kalau Tak Ada Api

Sabtu, 15 Maret 2014 — 6:16 WIB
sentil-2

MUSIBAH sepertinya tiada henti-hentinya ya? Banjir, gempa, longsor, gunung meletus datang silih berganti. Dan belakangan, kabut asap juga ikut mengganggu kehidupan masyarakat di beberapa daerah di Sumatera.

Sebagian kasus, kalau mau jujur, adalah akibat ulah manusia. Seperti kata pepatah; ‘tak ada asap kalau tak ada api’. Penebangan pohon  dan pembakaran lahan secara liar, bukan rahasia umum lagi. Dan tak tanggung-tanggung, pembakaran hutan sampai jumlahnya ratusan. Dan ini sengaja dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan pribadi.

Kasus yang sama selalu berulang, tahun lalu, 2013, malah kabut ikut mengganggu negara tetangga Singapura dan Malaysia. Sampai-sampai Kepala Negara harus minta maaf. Tahun ini, kabut memang belum menyerang negara lain, tapi sudah sangat  berbahaya bagi penduduk setempat.

Berulang dan berulang dalam kasus yang sama,memang seperti nggak masuk akal. Seperti biasa, pemerintah hanya saling menyalahkan. Tak ada tindakan tuntas.

Inilah yang membuat banyak pihak prihatin,bahkan marah. Termasuk pimpinan negara ini. Marah dan mengancam!

Hemm, yang lebih marah sebenarnya rakyat yang kena langsung dampaknya. Kabut asap menutup ruang gerak mereka. Rakyat jadi  marah. Marah banget! – massoes