Tuesday, 18 September 2018

Keluarga Jenguk Bocah Korban Penganiyaan

Tangis Meledak di RSUD Koja

Sabtu, 15 Maret 2014 — 14:53 WIB
keluarga-korban

KOJA (Pos Kota) – Suasana haru dan histeris pecah ketika keluarga menemui bocah berusia 3,5 tahun korban penyiksaan dirawat di Ruang 506, Blok B, Lantai 5, RSUD Koja, Jakarta Utara, Sabtu (15/3). Kakek, bibi dan paman Iqbal Sahputra menangis begitu melihat tubuh Iqbal penuh dengan luka akibat penyiksaan di lakukan seorang pengemis, Dadang Supriatna, 29.

Bibi korban, Ira, 35 mengatakan, tidak menyangka balita mungil yang sempat hilang itu diculik dan mengalami eksploitasi hingga penyiksaan. “Iqbal sudah dua bulan menghilang di Terminal Bus Senen dan kita sudah berusaha mencarinya hingga melaporkannya ke polisi, tapi tidak juga ketemu,” kata Ira.

Dikatakannya, Iqbal merupakan anak dari Iis Novianti dan ayahnya Yasin (alm). “Iqbal anaknya periang, dan manja. Tega sekali orang yang menculiknya menyiksa seperti ini. Kita minta pelakunya dihukum seberat-beratnya. Itu orang bukan manusia,” kata Ira, didampingi, paman korban, Irfan dan kakeknya, Masri.

Selama mendapat perawatan intensif tim medis di RSUD Koja, bocah malang ini kondisinya sudah tampak membaik.Meski luka yang sangat serius di tubuhnya, tapi Iqbal tampak sudah mulai tersenyum dan mau diajak berkomunikasi.

Karena penyiksaan itu, Iqbal mendapat simpati dari pasien di RSUD Koja. Mereka memberikan sejumlah mainan seperti game agar bisa terhibur dan bisa menghilangkan sejenak penyiksaan yang dialaminya.

PASAL BERLAPIS

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, terkejut melihat kondisi bocah tersebut. Arist mendesak kepolisianr menjerat pelaku penyiksaan dengan pasal berlapis, karena tindakannya menganiaya balita. “Penyiksaan terhadap balita itu orangnya tidak manusiawi, harus mendapat hukuman berat,” tukas Arist.

Dikatakannya, pihaknya masih bernegosiasi dengan pihak RSUD Koja untuk memindahkan perawatan bocah tersebut ke rumah sakit lain agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.”Perawatan di rumah sakit ini kurang maksimal dalam merawat balita korban kekerasan,” ujarnya. (ilham)

keluarga-korbanTeks : Bocah berusia 3,5 tahun dihibur kakeknya yang datang bersama bibi dan pamannya ke RSUD Koja. (ilham)