Saturday, 17 November 2018

Punya ATM, Tapi Tiga Bulan Belum Gajian

Senin, 17 Maret 2014 — 16:35 WIB
atmga

KALAU Anda pagi-pagi berangkat kerja, atau tengah malam pulang kerja, bertemu dengan petugas kebersihan yang sedang menyapu jalan, ketahuilah: Sudah tiga bulan cucuran keringat mereka belum dibayar. Sudah tiga bulan belum gajian.

Mereka menjadi korban kesemrawutan birokrasi dan swasta yang mempekerjakan mereka – orang-orang yang berdarah dingin dan dzalim pada orang kecil.

Apapun alasannya, menunda petugas kebersihan tidak gajian sampai tiga bulan adalah perbuatan kejam. Terutama di ibukota, wilayah makmur sejahtera yang sudah mengetok APBD Rp70 triliun.

Petugas kebersihan adalah warga yang sama dengan penghuni ibukota lainnya. Punya anak isteri, perlu bayar kontrakan dan sewa rumah, menyekolahkan anak. Bagaimana mereka harus memenuhinya?

Di mana pejabat yang berhati nurani? Di mana wakil rakyat yang seharusnya berteriak, menyalurkan penderitaan wong cilik? Mereka malah sibuk memasang foto di pohon-pohon dan merusak keindahan, mengotori jalanan. Janji amanah dan memperjuangkan rakyat cuma basa-basi, omong kosong.

Bagaimana mereka begitu berdarah dingin, membiarkan pembersih jalan tiga bulan tidak gajian? Bagaimana jika mereka sendiri yang mengalaminya?

Di ibukota, mempermainkan nasib orang kecil bukan hanya dilakukan swasta tapi juga oleh pemerintah kota – dan komplotan dari keduanya yang bekerjasama.

Akhir tahun lalu, Wakil Gubernur Ahok menawarkan gagasan cemerlang untuk petugas kebersihan agar membuka rekening di Bank DKI dan gaji mereka nantinya langsung ditransfer. Sungguh canggih. Namun untuk urusan sesederhana itu birokrasinya masih tak becus dan kelimpungan. Masih jadi produk khayalan tingkat tinggi.

Halooo…. ini Jakarta ya!? Bagaimana pejabat DKI dan rekanannya menekan swasta agar patuh pada peraturan ketenaga kerjaan, bila mereka sendiri melanggar dengan terang-terangan? Untuk membayar gaji petugas kebersihan tepat waktu saja tak becus.

Kalaupun nantinya pasukan kuning kita pegang ATM, tapi isinya kosong karena tak ada transferan, terus buat apa? Sekedar gaya-gayaan punya ATM? Emangnya perut langsung kenyang dengan pegang ATM? – dimas.