Friday, 21 September 2018

Anggota Dewan Dapat Pesangon Rp10 Juta

Selasa, 18 Maret 2014 — 10:08 WIB

PURWAKARTA (Pos Kota) – DPRD Purwakarta menganggarkan Rp500 juta untuk 45 anggota DPRD periode 2009-2014 yang masa tugasnya segera berakhir. Masing masing pimpinan dan anggota dewan bakal “diguyur” uang purnabakti Rp10 juta.

Sekretaris DPRD Purwakarta Syachrul Koswara menjelaskan, pemberian uang pengabdian tersebut diberikan pada bulan April bersamaan masa bakti anggota dewan periode 2009-2014 berakhir.  Berdasarkan PP 24/2004 besaran uang pengabdian itu disesuaikan masa bakti.

Dia mengungkapkan, anggota dewan yang mengabdi penuh selama lima tahun memperoleh 6 x TKI (Tunjangan Komunikasi Intensif). Bagi yang terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) dan meninggal dunia misalkan, mengabdi selama 4 tahun mendapat 4 x TKI dan mengabdi 3 tahun mendapat 4 x TKI. “Kalau mengacu kesana, kira kira dibawah Rp10 jutaan,” terang Syachrul menjawab poskotanews.com, Selasa (18/3).

Kecuali itu, Syachrul memastikan hingga Maret ini, seluruh anggota dewan yang akan meninggalkan gedung dewan telah menyelesaikan piutang baik itu ke bank maupun pinjam ke sekretariatan dewan.  Mengenai pinjaman ke bank, lanjut dia, lembaganya tidak bisa intevensi karena persoalan tersebut menjadi tanggung jawab personal peminjam.

“Saya jamin utang ke bank mereka juga beres karena setiap bulan dipotong dari gaji. Dari data yang kami pegang, tinggal beberapa anggota dewan lagi masih ada utang ke bank dan selesai Mei mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syacrul menyebutkan, selain persoalan utang piutang, masih ada rancangan peraturan daerah (Raperda) produk legislasi 2009-2014 ini belum selesai. Dia berharap, sejumlah raperda yang belum beres itu segera diselesaikan sebelum mereka meninggalkan gedung dewan. “Mudah-mudah rampung bulan ini. Perumusan Raperda ini menjadi “PR” mereka yang harus selesai sebelum berakhir masa tugas,” harapnya.

Menyoal uang pengabdian ini, satu anggota dewan mengaku belum tahu bakal menerima “guyuran” duit dipenghujung masa bakti. “Ya hal lumrah kalau benar ada,” ucapnya seraya meminta namanya tak diwartakan. (dadan/yo)