Monday, 19 November 2018

Miskin dan Tak Punya Koneksi Jangan Mimpi Terjun ke Politik

Selasa, 18 Maret 2014 — 2:02 WIB
SS-AS-18M

DUNIA politik Indonesia tidak akan pernah bersih jika orang baik tidak masuk ke dalamnya. Itu kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama,  saat menjadi pembicara dalam acara IMA Youth Forum MDG’s Award di Gedung Djakarta Theatre, Jakarta, Sabtu (15/3/2014).

Basuki alias Ahok, lantas bilang, kalau kita mengatakan politisi kita jelek, itu karena ‘dosa’ kita juga lantaran tak mau masuk ke dalamnya. Basuki rupanya lupa satu hal, untuk masuk ke politik harus punya modal kuat. Bukan cuma modal dana, tetapi juga modal koneksi, nepotisme. Jadi, meski di pelosok-pelosok kampung ada banyak orang-orang cerdas dan baik, mereka tidak akan bisa tampil ke panggung politik, karena selain tak punya modal dana, mereka juga tak punya koneksi.

Lain hal kalau mereka misalnya anak, adik, atau ipar ketua partai, mereka akan mudah melenggang, karena sudah punya semua modal, modal koneksi, dan sudah pasti dukungan dana.

Jadi kalau misalnya saya selama ini cuma bisa berteriak-teriak mengatakan politisi itu jelek, politisi anu buruk, saya terima apa yang disebutkan Ahok kalau itu juga merupakan (bagian) dari dosa saya, lantaran saya tidak masuk (berpolitik) ke dalamnya.

Begini Koh Ahok, bukannya saya gak mau masuk (berpolitik) dengan menjadi anggota DPR/DPRD misalnya, mau sih mau. Kepengen sih kepengen, cuma yah itu Koh, saya cuma orang kecil yang gak punya apa-apa, gak punya dana, gak punya koneksi orang-orang penting negeri ini. Modal badan doang? Mohon maaf sebelumnya, kebanyakan rakyat sekarang lebih memilih Rp50.000,- untuk memilih orang berduit, ketimbang mempertinbangkan nasib negeri 5 tahun ke depan.

Koh Ahok juga tahu kan, untuk bisa duduk sebagai Caleg, kita juga harus setor duit banyak ke partai? Jadi biarlah Koh, negeri ini (untuk sementara) dipimpin oleh orang yang duduk sebagai pemimpin dengan cara ‘membeli’ dengan cara mengandalkan koneksi. Saya yang miskin dan tak punya koneksi, dan juga jutaan rakyat lainnya yang bernasib sama, sadar betul untuk tidak akan mimpi terjun ke politik. –august suzana