Sunday, 18 November 2018

Tikungan Terakhir Kepercayaan Rakyat

Rabu, 19 Maret 2014 — 2:35 WIB
SS-Soes-19M-n

PEMILIHAN Umum menjadi sebuah komponen demokrasi dalam tatanan kenegaraan untuk menentukan model kepimpinan dari, oleh, dan untuk rakyat. Dengan model kepimpinan itu pula secara otomatis memberi kesempatan kepada setiap warga negara untuk jadi pemimpin.

Setelah Orde Baru runtuh, barulah harapan demokrasi seutuhnya muncul ketika genderang reformasi tahun 1998, kran demokrasi pun terbuka lebar.

SS-Soes-19M475

Tahun 1999 pemilu pertama era reformasi digelar, dan seiring dilahirkannya undang-undang kebebasan berserikat dan berkumpul alhasil muncullah puluhan partai sebagai peserta pemilu. Namun, meski begitu, demokrasi masih belum seutuhnya dari, oleh,dan untuk rakyat, karena meski PDI-Perjuangan yang kala itu sebagai pemenang pemilu ternyata tidak dapat mendudukkan Megawati Soekarno Putri sebagai presiden karena

kepimpinan nasional masih ditentukan oleh lobi-lobi para politisi Senayan . Melalui kekuatan poros tengah bentukan Amien Rais , para politisi Senayan kala itu lebih memilih  Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia melalui voting dibandingkan mendengarkan aspirasi rakyat melalui hasil pemilu.

Format pemilu pun diubah, tahun 2004, format pemilihan langsung  digelar presiden dipilih langsung oleh rakyat,. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden pertama Indonesia yang dipilih langsung. Melalui pemilihan presiden 2009 pula, SBY melanjutkan kepimpinannya lima tahun lagi.

Namun harapan melahirkan kepimpinan nasional yang kuat dan merakyat  melalui pemilihan langsung ternyata masih jauh dari harapan. Kehidupan rakyat masih jauh dari kata sejahtera, disparitas antar daerah masih terjadi. Janji-janji di kala kampanye untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagai sebuah fatamorgana yang meninabobokan rakyat.

Tahun 2014, pemilu kembali memanggil rakyat. Sedikit berbeda dengan tahun 2009 yang didominasi oleh tokoh-tokoh lama, di pilpres kali ini muncul kepermukaan beberapa nama baru, seperti Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan gubenur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, meski dari ketiga nama tersebut baru Jokowi yang telah mendeklarasikan diri secara resmi maju sebagai calon presiden  melalui kendaraan politik PDI-Perjuangan.

Jika melihat perjalanan demokrasi selama satu dekade lebih era reformasi masih belum memberikan kehidupan yang layak terhadap rakyat, nampaknya tahun 2014 selain menjadi tikungan politik terakhir bagi para tokoh lama, dan  tikungan pembuktian bagi para tokoh baru bisa juga dikatakan jadi tikungan terakhir bagi kepercayaan rakyat.

Menjadi tikungan pembuktian tokoh baru, karena di pundak merekalah  rakyat masih memungkinkan memiliki harapan. Sedangkan tikungan terakhir kepercayaan rakyat bukan tanpa alasan. Karena tikungan terakhir  kepercayaan rakyat lahir dari sebuah kejenuhan rakyat terhadap janji tanpa bukti yang kerap dilakukan para politisi.

Semoga pemilu 2014 tak lagi memberi pil pahit yang hanya akan menambah kepahitan hidup rakyat. Dan mereka para tokoh baru semoga mampu menjawab harapan rakyat. Semoga..!!!- dhika