Wednesday, 14 November 2018

Periksa Fisik, Periksa Mental, Sama Pentingnya

Kamis, 20 Maret 2014 — 2:48 WIB
SSJ-DMS-20M-n

MEMASUKI usia 40, para karyawan di perusahaan-perusahaan yang sehat biasanya diminta general check up. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh, untuk mengetahui bagian mana tubuh yang sudah aus dan harus diperbaiki. Agar terus produktif, dan lebih produktif, sampai kemudian pensiun di usia 55-60 tahun. Sesuai kebijakan perusahaan masing-masing.

Dokter gigi menasehati agar pemeriksan gigi enam bulan sekali. Tes gula darah idealnya sebulan sekali. Juga pemeriksan asam urat, kolesterol, jantung, dan lain-lainnya.

SSJ-DMS-20M-475

Kita tahu, dengan tuntutan karir dan kerja yang terus meningkat, kompetesi kehidupan di kota-kota besar, setiap orang melakukan eksploitasi pada diri sediri  – atau mengikuti tuntutan perusahaan – untuk meningkatkan produktifitas  – dengan sering mengorbankan kesehatannya.

Tak banyak yang menyadari selain pemeriksan fisik secara berkala, juga pemeriksaan emosi dan stabilitas mental.  Terutama bagi mereka yang bekerja di mempertaruhkan nyawa sendiri atau orang lain.

Sopir, masinis, nakhkoda dan pilot, misalnya, membawa kendaraan angkutan massal, puluhan hingga ribuan orang – harus sehat jiwa dan raga. Selain mempertaruhkan nyawa sendiri, mereka mempertaruhkan nyawa banyak orang.

Demikian pula polisi, yang mendapat mandat memegang pistol dan harus bertarung nyawa dengan pelaku kejahatan.  Ketidak-stabilan emosi akan membuat tangannya “gatal”,  spontan menyambar senjata dan membahayakan orang lain.

Pistol bukan hanya kebanggan buat polisi. Dengan kemampuannya melumpuhkan penjahat dan mencabut nyawa orang lain, pistol harus dipegang dan dikendalikan oleh orang yang stabil dan bisa menahan diri.

Karena itu, penting bagi pak polisi – terutama di wilayah yang sumpek, polutif, kerja penuh tekanan, kerap stress, depresi, seperti di ibukota ini – menjalani pemeriksaan mental secara rutin. – dimas.