Monday, 23 October 2017

Belasan “Preman” Dijaring Polsek Senen

Jumat, 21 Maret 2014 — 18:33 WIB
remanen

SENEN (Pos Kota)- Belasan preman dan anak jalanan (anjal) terjaring dalam operasi cipta kondisi di sepanjang perlintasan rel KA Jalan Kramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/3) siang. Dalam razia itu petugas menemukan pisau lipat di jalanan.

Sekitar 15 preman seorang di antaranya wanita yang terjaring, tidak memiliki identitas. “Karena mereka tertangkap di bus dan halte semuanya tidak memiliki identitas, merekan akan kami kirim ke dinas sosial,” tegas Kapolsek Senen Kompol Kartono, yang memimpin operasi.

Ke- 15 anak jalanan itu didata petugas kemudian diambil sidik jari di ruang SPK Polsek Senen, setelah itu di kirim ke panti sosial di Kedoya, Jakarta Barat. “Operasi akan terus kami lakukan, mengingat pesta demokrasi tinggal beberapa hari lagi, kawasan Senen harus tetap steril dari segala aksi kejahatan,” ujar Kartono.

Sekitar pukul 13:30, belasan petugas dibagi dua tim menggunakan mobil dinas dan sepeda motor, menyisit perlintasan rel. Polisi mengamankan 7 orang yang lagi nongkrong dan selebihnya terjaring di angkutan umum saat orasi.

Petugas juga menemukan sebilah pisau namun tak ada yang mengaku siapa pemilik. “Pak kami bukan preman, kok malah ditangkap memang identitas tidak punya karena hilang, hanya ngamen tapi tetap aja dijaring. Mau cari kerja di Jakarta susah, akhirnya begi jadi pengamen jalanan,” akui Herman, salah satu pengamen.(Silaen)

Teks : Belasan diduga preman terjaring dalam operasi cipta kondisi

  • Mangap

    Senen, priuk, Kemayoran, Grogol, dan lain lain harus sering dipakai. Yg mau pulang, dipulangkan saja. Kasih uang saku. Tapi jangan kembali ke Jakarta jadi pemain lagi.