Friday, 16 November 2018

Jokowi Deklarasi Jadi Capres di Rumah si Pitung Tuai Protes

Jumat, 21 Maret 2014 — 19:03 WIB
mahtung

CILINCING (Pos Kota) – Deklarasi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai capres pada Pilpres 2014 di rumah Si Pitung, Jakarta Utara beberapa waktu lalu menuai protes dan gugatan dari masyarakat Betawi. Ini dilakukan karena Jokowi menyampaikan mandat dari ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri di rumah pejuang pada masa penjajah Belanda.

“Rumah Si Pitung merupakan cagar budaya yang tidak bisa disangkutpautkan dengan politik. Hal ini sangat membuat masyarakat kecewa terutama tokoh budayawan Betawi, atas sikap Jokowi yang menggunakan rumah bersejarah ini untuk mendeklarasikan sebagai capres,” kata Muhammad Rifqi budayawan Betawi, Jumat (21/3) saat temui di rumah Si Pitung.

Menurut Eki Pitung panggilan akrab Muhammad Rifqi, Pitung bukanlah simbol perlawanan. Karena perlawanan Pitung waktu itu berbeda dengan pernyataan Jokowi. Saat itu tokoh Betawi ini melakukan perlawanan melawan penjajah Belanda bukan perlawanan sesama anak bangsa.

Rumah Si Pitung ini juga merupakan ikon perjuangan masyarakat Betawi yang tidak boleh diciderai baik atas nama pemerintah maupun kelompok. “Kami masyarakat Betawi merasa dikhianati, dilecehkan dan diabaikan keberadaanya karena maskot Si Pitung tidak lepas dari Masyarakat Betawi. Kami menyayangkan sikap Jokowi mengabaikan atau kompromi dengan masyarakat Betawi,” kata Eki Pitung sambil meneteskan air matanya karena kecewa terhadap Jokowi.

Perjuangan Pitung kata Eki Pitung, bukan dengan kepura-puraan atau simbol-simbol pencitraan. Bahkan bukan pula juga sebagai simbol perlawanan, itu semua merupakan kekeliruan dan bukan nilai-nilai yang dibawa oleh Pitung.Eki Pitung, juga meminta kepada Jokowi untuk secepatnya meminta maaf ke seluruh masyarakat Betawi.(Wandi)

Teks : Eki Pitung saat menyampaikan sikap kekecewaannya atas deklarasi Jokowi di Rumah Si Pitung.