Tuesday, 25 September 2018

Menebus TKW Rp.4,7 M, Oke. Kalau Rp.21 M, Capek, Deh..

Jumat, 21 Maret 2014 — 1:54 WIB
SS-Goen21M-n

KITA pernah selamatkan nyawa TKW Darsem dengan tebusan (diyat) Rp 4,7 miliar. Ternyata menjadi preseden buruk. Sekarang, Satinah yang bunuh majikan, keluarga terbunuh minta diyat Rp 21 miliar. Lama-lama Indonesia ”diperes” oleh ”Wan Abud”. Capek deh……, karenanya pemerintah bersikukuh hanya mau bayar Rp 12 miliar. Jika ”Wan Abud” menolak, kita terpaksa ikhlaskan satu nyawa pahlawan devisa. Ini sekaligus menjadi shok terapi bagai TKI/TKW kita untuk berjaga diri di negeri jiran.

Ide Menaker Sudomo (1983-1988) ekspor babu ke luar negeri, ternyata banyak mudlaratnya. Meski TKW/TKI itu berhasil memasukkan devisa untuk negara, di sisi lain mereka banyak yang terjerat kasus hukum, sementara keluarga di tanah air banyak pula yang terlibat skandal dan perselingkuhan. Maklum, selama istri atau suami jadi tenaga kerja luar negri, di tanah air pasangannya tak bisa menyalurkan ”tenaga kuda”.

SS-Goen21M-475

Banyak usulan agar ekspor babu itu dihentikan, tapi pemerintah era reformasi ini tak ada nyali untuk menyetopnya. Pertimbangannya klasik, negara belum mampu memberi pekerjaan pada rakyatnya secara layak. Karenanya biarlah rakyatnya sedikit dihinakan dan dinistakan di negeri orang, yang penting devisa masuk. Dan para TKI/TKW itu dinina-bobokkan dengan sebutan: pahlawan devisa!

Sudah banyak warga negara kita dipenjara bahwa digantung atau dipancung gara-gara kejahatan di luar negri. Sebagian bisa diselamatkan lewat diplomasi, ada pula yang bebas karena membayar diyat sebagaimana kasus Darsem (2011). Dengan tebusan Rp 4,7 miliar kala itu, nyawa TKW asal Indramayu tersebut bisa diselamatkan. Rupanya ini menjadi preseden buruk, karena  kemudian muncul kasus serupa. Tapi keluarga ”Wan Abud” dari  Arab Saudi itu minta diyat makin mahal saja, Rp 21 miliar. Pemerintah Indonesia menawar Rp 12 miliar, dan tak mau naik lagi.

Lobi-lobi Srab Saudi – RI masih dilakukan. Pihak ”Wan Abud” dan pemerintah sama-sama bertahan. Jika tak ada titik temu, terpaksa tanggal 3 April mendatang, TKW asal Ungaran itu dipancung. Bila kemungkinan buruk itu terjadi juga, semoga  hal itu bisa menjadi shok terapi bagi TKW/TKI kita di manca negara, untuk berhati-hati dalam menjaga perilaku di negeri orang. Negara capek harus nomboki terus!  – gunarso ts

  • Mangap

    Lebih baik berikan bantuan hukum, siapkan pembela di sidang. Kalau memang salah dan melakukan kejahatan ya sudah. Memang sudah layak dihukum. Jangan ditebus dengan uang milyaran. Bisa bangkrut Indonesia lama lama

  • ‘ntalu tambuk

    kesempatan nih….para caleg kalo mau cari muka…keluarin duit buat nebus Satinah ini…insya Allah nanti kan Demokrat yg punya nama…hehehehehhhh…karena masih eranya dia parte yg berkuasa…..

  • Nany Suryani Niecha U

    yg nulis ini siapa ya tidak sopan sekali anda menyebut babu..

  • Nany Suryani Niecha U

    yg nulis ini siapa ya tidak sopan sekali anda menyebut babu..