Wednesday, 14 November 2018

Mesir Hukum Mati 529 Anggota Ikhwanul Muslimin

Senin, 24 Maret 2014 — 17:33 WIB
IM-Death

KAIRO – Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati 529 anggota Ikhwanul Muslimin atas tuduhan perusakan dan pembunuhan.

Keputusan itu merupakan hukuman mati massal terbesar dibagikan dalam sejarah modern Mesir, kata pengacara .

Kekacauan telah terjadi di Negeri Piramida itu, sejak militer menggulingkan Mohamed Mursi dari Ikhwanul Muslimin, pada bulan Juli.

Aparat keamanan Mesir telah menewaskan ratusan anggota Ikhwanul di jalan-jalan, dan menangkap ribuan lainnya.

Sebagian besar terdakwa di sidang Senin (24/3) ditahan dari bentrokan yang meletus di provinsi di wilayah selatan – setelah membubaran paksa dua kemah protes Ikhwanul Muslimin di Kairo pada 14 Agustus lalu.

Aktifis anti pemerintah terus meningkatkan serangan terhadap polisi dan tentara sejak penggulingan Mohammad Mursi, yang menewaskan ratusan dan melaksanakan operasi unsur-unsur yang didukung Ikhwanul Muslimin.

“Pengadilan telah memutuskan untuk menghukum mati 529 terdakwa dan 16 dibebaskan, ” kata pengacara Ahmed al – Sharif kepada Reuters. Atas keputusan itu dia mengajukan banding .

Tuduhan terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin, yang diadili sejak Sabtu, termasuk aksi kekerasan, menghasut pembunuhan, menyerbu kantor polisi, menyerang orang dan harta benda milik publik dan swasta.

“Ini adalah kasus tercepat dan jumlah terbesar yang dijatuhi hukuman mati dalam sejarah peradilan (Mesir), ” kata Nabil Abdel Salam, pengacara yang membela para pemimpin Ikhwanul termasuk Moh. Mursi.

Televisi pemerintah melaporkan berita vonis itu tanpa komentar. Seorang juru bicara pemerintah tidak segera menanggapi ketika dimintai konfirmasi.

SERANGAN

Dari mereka yang divonis, hanya 123 terdakwa yang hadir.  Sisanya tak ada penjelasan, apakah dilepas, ada jaminan atau dibebaskan.

“Ketika sidang dimulai Sabtu hanya sidang prosedural. Hakim tidak mendengarkan argumen pengacara atau saksi dan bahkan tidak memanggil terdakwa, Anda sebelum sekelompok preman dan bukan lembaga peradilan, ” kata Walid, kerabat salahsatu terdakwa, mengatakan melalui telepon .

Itu tidak mungkin untuk mengkonfirmasi pandangannya dalam proses persidangan yang independen.

Pemerintah telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok persaudaraan “teroris ” .

Ikhwan sendiri menegaskan, berkomitmen untuk tetap menjadi aktivis damai .

Analis mengatakan,  beberapa anggota Ikhwanul Muslimin bisa berubah menjadi pelaku aksi kekerasan jika negara terus mennaikkan  tekanan pada gerakan ini, yang memenangkan pemilu sejak pemberontakan militer 2011 lalu.

Pemerintah Mesir tidak membuat perbedaan antara Ikhwan dan kelompok militan di semenanjung Sinai yang juga melakukan perlawanan kepada pemerintah Mesir.

Mursi dan pemimpin Ikhwanul diajukan ke pengadilan atas berbagai tuduhan, termasuk merusak demokrasi. – Reuters/d.

  • ato giat

    Pejabat militer itulah yg merusak ketatanegaraan terhadap pemerintahan yg terpilih secara sah, ini merupakan tiran, dan bagi mereka yg tertindas mmg harus melawan.

  • ato giat

    Pejabat militer itulah yg merusak ketatanegaraan terhadap pemerintahan yg terpilih secara sah, ini merupakan tiran, dan bagi mereka yg tertindas mmg harus melawan.