Friday, 16 November 2018

Surat Talak Belum Terbit, Bekas Suami Nyosor Saja

Selasa, 25 Maret 2014 — 0:50 WIB
NID-25M

BEKAS suami mau “srabi kecemplung kalen” (baca: rujuk) boleh saja, tapi musti ada aturannya.  Rupanya Samri, 50, tak sabaran. Saat Yunik, 45, belum terima surat talak dari suami kini, sudah dilamar. Tentu saja Sobir, 60, jadi tersinggung. Saking marahnya, Samri pun dibacok golok hingga luka parah.

Eks suami mau kembali ke bekas isrtrinya dulu, bolah-boleh saja, sepanjang obyek sasaran sudah menyandang status janda. Itu pun ada sejumlah aturan yang harus dilewati. Di samping sudah memiliki surat talak dari Pengadilan Agama, juga harus telah melewati masa idah. Jika belum, tahan nafsu dulu jangan main sosor saja, akibatnya soal sepele ini bisa menjadi berabe.

Sekitar 20 tahun lalu Samri merupakan pasangan berbahagia bersama Yunik. Tapi sekian tahun berumahtangga, kebahagiaan itu terkena erosi, sehingga keduanya merasa tidak cocok dan memilih bercerai. Dalam usia masih muda dan wajah juga tidak mengeceakan, janda Yunik langsung disamber lelaki yang lebih tua, Sobir, warga Tanjung Kemala, Martapura, OKU Timur (Sumsel). Namanya punya bini cantik, Sobir langsung ngebut, sehingga dalam tempo 10 tahun tiga anak telah lahir.

Rupanya Yunik ini meski pun cantik tapi lama-lama membosankan juga. Buktinya, tak peduli sudah beranak tiga, keluarga itu mewacanakan untuk pecah kongsi alias bercerai. Sobir – Yunik sepakat mengurus perceraian ke Pengadilan Agama OKU Timur. Seperti lazimnya hakim PA, mereka selalu  ngulur-ulur waktu dan menasihati, agar lebih baik kembali hidup rukun. Ingat anak-anak sudah mulai gede. Kasihan.

Tapi keduanya bersikeras untuk pisah, sehingga keduanya pisah rumah. Di saat sendirian tersebut, Yunik ketemu dengan  Samri bekas suami perdana dulu. Begitu dikabari bahwa Samri dalam status duda ditinggal mati, mendadak ada rasa greng……di antara keduanya. Ketimbang cari pasangan lain, bagaimana kalau “srabi kecemplung kalen” saja, alias ketimbang kawin lagi mendingan balen (rujuk).

Samri pun semakin mantap dengan wacana itu, mengingat Yunik menunjukkan bukti bermeterai bahwa telah bercerai dari suami keduanya. Keduanya pun menentukan hari perkawinan gelombang ketiga. Acara akan digelar sederhana saja, mengingat bukan lagi pengantin muda. Yang penting koalisi itu bisa dibangun kembali, dan tentunya bisa dilanjutkan dengan eksekusi.

Rencana perkawinan Samri – Yunik ternyata terdengar oleh Sobir. Dia menjadi tersinggung oleh kesepakatan itu. Soalnya perceraian itu belum inkracht (ketetapan hukum) dengan bukti surat talak, kok sudah menyiapkan pernikahan selanjutnya. Itu artinya dengan sengaja Samri mau merebut bini orang.

Langsung saja dia ambil golok dan mencari Samri di rumah Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, OKU. Melihat calon bekas suami Yunik datang dengan membawa golok, Samri mencoba ngumpet ke rumah tetangga. Eh tetap dikejar juga sehingga tertangkap. Dengan dua kali bacokan dia pun terkapar dan dilarikan ke RS Dr. Ibnu Sutowo. Sedangkan Sobir diamankan polisi Polsek Baturaja. Dalam pemeriksaan dia mengaku tersinggung atas sikap Samri yang tidak sabaran. “Tunggu kami cerai resmi kenapa, belum ada surat talak kok nyosorrr saja.” Keluhnya.

Maklum, sudah kebelet rindu. (Gunarso TS)