Tuesday, 25 September 2018

Sutinah Harus Diselamatkan Pemerintah

Rabu, 26 Maret 2014 — 11:32 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Ancaman hukuman pancung terhadap TKW asal Semarang, Satinah, yang tinggal sembilan hari lagi harus menjadi perhatian seluruh bangsa Indonesia

Satinah dipidana atas kasus perampokan dan pembunuhan. Ia bisa bebas dari tuntutan apabila membayar uang tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar pada keluarga korban.

“Dari semula saya tidak setuju dengan hukuman TKI di Saudi  dengan bayar diyat. Pemerintah harus berikan perlindungan dan pendampingan hukum secara optimal, dan dalam kasus Satinah bayar diyat adalah keharusan,” tutur  anggota DPR RI,  Rieke Dyah Pitaloka, kepada wartawan, Rabu (26/3), di Jakarta.

Ditambakan Rieke, waktu  9 hari lagi sangat diharapkan pemerintah untuk berjuang menyelamatkan nyawa Satinah. Tak ada alasan untuk tidak membayar diyat bagi Satinah. “Tak ada alasan tak bayar, anggaran pasti ada demi untuk menyelamatkan,” kata Rieke.

Satinah dipidana pada 2006 lalu, setelah menjalani proses persidangan pada 2007. Satinah divonis mati. Pemerintah kemudian bergerak melakukan lobi. Satinah yang awalnya divonis mati mutlak akhirnya berubah menjadi bisa diganti dengan bayar diyat.
(prihandoko/sir)