Tuesday, 25 September 2018

240 WNI se-Dunia Terancam Hukum Mati, Uang Ganti Rugi Satinah Kurang Rp11,1 Miliar

Kamis, 27 Maret 2014 — 13:46 WIB
Satinah

JAKARTA (Pos Kota) – Uang ganti rugi atau diyat untuk Satinah binti Jumadi Ahmad, tenaga kerja Indonesia (TKI) terpidana mati hukuman pancung di Arab Saudi kurang 3 juta Real lagi  atau Rp11,1 miliar dari 7 juta Real yang dituntut keluarga korban.

“Pada 5 April 2014, Satinah boleh membayar 5 juta riyal. Sisanya, sebanyak 2 juta riyal bisa dicicil,” kata Direktur   Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenakertrans Guntur Witjaksono.

Guntur memaparkan, saat ini pengumpulan diyat yang setara dengan Rp25,9 miliar, jika 1 riyal setara dengan Rp3.700, masih diupayakan pemerintah dengan mengumpulkan dana sukarela dari seluruh warga negara Indonesia (WNI).

Pemerintah, lanjutnya,  juga terus bernegosiasi dengan keluarga korban untuk menurunkan diyat.

“Sebenarnya, keluarga korban sudah memaafkan Satinah. Namun dalam hukum di Arab Saudi, keluarga korban bisa mengajukan diyat setelah memaafkan,” ujarnya.

Ia menambahkan,  upaya negosiasi diyat tersebut juga untuk melindungi 39 WNI lain yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. “Jadi, jangan sampai diyat tersebut menjadi komoditas yang bisa seenaknya dimainkan dari terpidana hukuman mati di Arab Saudi.”

Guntur menambahkan, saat ini, selain 39 WNI di Arab Saudi, masih terdapat sedikitnya 240 WNI yang terancam hukuman mati di seluruh dunia. “Dari jumlah itu, WNI terbanyak terancam hukuman mati di Tiongkok karena terlibat kasus narkoba.”

(tri/sir)