Sunday, 18 November 2018

Impor Produk Pangan Sudah Kronis

Sabtu, 29 Maret 2014 — 10:10 WIB
Beras Impor.(dok)

Beras Impor.(dok)

ANGGOTA Komisi IV DPR Siswono Yudohusodo menyatakan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap, impor beras meningkat 141 persen, jagung 89 persen, dan kedelai 19 persen.

Untuk impor gandum yang tahun sebelumnya sudah menembus angka di atas 5 juta ton, pada periode sekarang masih meningkat lagi dan mencapai 6,6 juta ton atau peningkatan sebesar 23 persen. Total impor biji-bijian, termasuk tepung, mencapai 17,2 juta ton, suatu angka impor yang fantastis.

Ironisnya, bukan hanya berbagai pangan pokok tersebut, rak-rak supermarket di Indonesia 60 persen -80 persen diisi buah-buahan impor. Impor apel, anggur, pir, dan jeruk meningkat masing-masing sebesar 37, 39, 44, dan 19 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

“Impor produk-produk pangan di Indonesia sudah semakin kronis dan tidak terbendung, produksi pangan semakin menurun dan terancam dengan kehadiran produk-produk impor itu,”ujarnya

Siswono menambahkan berbagai strategi peningkatan produksi pangan oleh pemerintah perlu dioptimalkan. Diversifikasi pangan, inovasi bahan pangan harus terus ditingkatkan dan menjadi agenda nasional sehingga kerawanan pangan yang sudah semakin kronis itu bisa terus ditekan.

“Diversifikasi pangan seakan hanya menjadi slogan saja, pemerintah mematok target swasembada pangan hanya secara normatif saja tidak secara konkrit dan sistematis,” ujarnya. (winoto/bu)