Wednesday, 27 March 2019

Yang Diterima Pemkab Bogor

Banyak Berkas Dukcapil Palsu

Senin, 31 Maret 2014 — 22:52 WIB
ilusbanyak

BOGOR (Pos Kota) – Berkas pemohon kependudukan yang masuk ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor belakangan banyak ditemuykan palsu. Meminimilir penyusupan pemohonan kependudukan palsu tersebut, Disdukacapil memperketat pengawasan.

Kasi Seksi Penyuluhan Disdukcapil Kabupaten Bogor Muslim menjelaskan, dalam sepekan terkahir pihaknya menemukan enam dokumen surat pengantar pindah dari daerah asal yang diduga palsu. Kecurigaan berawal dari korps surat, stempel dan tandatangan bupati atau walikota dari daerah asal pemohon.

”Berkas pemohonan ini kita verisikasi bersama Bidang Kependudukan lewat komputer. Alhasil, identitas pemohon tidak muncul dalam tampilan jaringan komputer alias error,” ujarnya.

Adanya temuan ini, pihaknya segera mengkonfirmasi nomor telepon pemohon sekaligus koordinasi ke pemerintah daerah asal agar agar dapat dilakukan verifikasi keabsahan berkas tersebut.

“Sejak Janurai sampai kini sudah ada 17 blangko permohonan kependudikan yang kita batalkan. Sedangkan pemohonnya sulit kita konfirmasi, sementara jawaban dari disdukcapil pemda asal si pemohonan menyatakan, blangko itu memang palsu,” katanya.

Kabid Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Bogor Dadan Dharmatin mengakui operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) kerapkali menemukan identitas pemohon yang error saat dilakukan verifikasi data. “Kalau error artinya data itu dipastikan palsu dan pemohon atau pembuatanya dapat dijerat UU No 24 Tahun 2013 tentang Kependudukan.,” tegasnya.

Dikatakanya, sejak 23 Januari 2014, pihaknya memberlakukan integrasi SIAK yang lebih diperketat atas berkas pemohon yang masuk ke Kantor Disdukcapil Bogor. ”Berkas pemohon yang ditemukan palsu berasal dari Kabupaten Nias Barat Sumut, Lebong Bengkulu, Kabuaptan Karo, Sumut dan Kabupaten Padang Panjang Sumbar,” tutupnya. (iwan)