Wednesday, 17 July 2019

Mendidik Anak Agar Peduli Lingkungan

Belasan Pelajar di Pulau Tidung Jadi Pemulung

Senin, 31 Maret 2014 — 23:00 WIB
siswa1

KEPULAUAN SERIBU (Pos Kota) – Sebanyak 16 pelajar dari  Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) kampus B Pulau Tidung di Pulau Panggang, yang tergabung dalam komunitas pecinta laut yang bersih dan indah bebas sampah,  menjadi pemulung. Ini dilakukan selain banyaknya sampah kiriman dari wilayah lain juga  mencari uang tambahan untuk biaya pelajar yang sekolah di tingkat SD tersebut.

Pekerjaan sampingan ini dilakukan mereka usai pulang sekolah.  “Setiap hari usai pulang sekolah kami sengaja mencari barang-barang bekas. Setelah terkumpul hari Sabtu, kami menyerahkan ke pengumpul. Selain peduli lingkungan, uang hasil jualan barang bekas nanti rencanannya akan kami gunakan untuk biaya piknik Bandung,” kata Fadliyah,12, siswa kelas VI MIN kampus B Pulau Tidung, Senin (31/3).

Gadis yang tinggal di RT 04/02 Pulau Panggang, itu mengaku senang dengan apa yang dilakukan. Menurutnya, selain membantu orang tua yang kurang mampu juga untuk peduli terhadap lingkungannya.

Pernyataan sama disampaikan Esa,12 kelas VI MIN kampus B Pulau Tidung, yang mengaku dirinya sengaja mencari  barang bekas untuk biaya study tour ke Bandung. “Kami hanya melihat peluang karena banyaknya sampah yang ada di perairan Kepulauan Seribu makanya kami bersama-sama membentuk komunitas peduli lingkungan, sekalian mencari uang tambahan untuk biaya jalan-jalan,” tuturnya.

Menurut mereka, di perairan Kepulauan Seribu sudah banyak sampah. Padahal, setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Jika kondisi kotor tentu pengunjung akan malas. “Makanya kalau bukan kita yang peduli siapa lagi. Kami bersama-sama dengan kawan-kawan bentuk komunitas pencinta laut bersih dan indah’, “kata Esa.

Sementara itu, Mahariyah,44, guru kelas VI MIN kampus B Pulau Tidung mengakui ada 16 siswanya menjadi pengepul sampah. Ini dilakukan bukan semata-mata hanya mencari biaya untuk stady tour ke Bandung saja. Tapi tujuannya untuk mendidik anak sejak dini peduli terhadap lingkungannya.

“Benar, nanti uang hasil penjualan barang bekas itu di tabung. Saya rasa ini cara yang paling mendidik anak untuk peduli lingkungan,” tuturnya. Mahariyah menambahkan, dirinya berharap anak didiknya peduli soal sampah dan juga mengajarkan bahwa dari sampah kita bisa memperoleh rupiah.

“Dari salah satu orang tua siswa yang tergabung dalam komunitas pecinta laut bersih dan indah’ itu sempat ada yang datang untuk membayar, tapi  langsung kami tolak.”

Menurutnya, semua dilakukan semata-mata mendidik siswa  agar mereka mandiri. Selain itu ikut bersama-sama menjaga lingkungannya agar ke depan perairan Kepulauan Seribu ini bersih, indah dan rapih. “Tentunya hasilnya masyarakat yang akan merasakannya karena tempat tinggalnya semakin ramai dikunjungi wisatawan,” katanya. (wandi/yo)

Teks foto: Dua Siswa MIN sedang memunguti sampah yang berserakan di jalanan di Kepulauan Seribu. (wandi)