Wednesday, 21 August 2019

Belum Satu pun Negara di Dunia Bebas TBC

Senin, 31 Maret 2014 — 22:23 WIB
stoptb
JAKARTA (Pos Kota)- Dirjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama memastikan bahwa belum satu pun negara di dunia yang bebas dari tuberculosis (TB). Bahkan Indonesia yang dinilai sebagai negara yang sukses memerangi TB, saat ini masih ditemukan kasus-kasus baru setiap tahunnya.
            “Kita memang mengalami kemajuan luar biasa dalam hal penanganan kasus TB, dimana tahun 1990 angka kasus mencapai 206 per 100 ribu penduduk dan 2012 turun menjadi 185 per 100 ribu penduduk,” papar Tjandra kemarin.
            Diakui angka kematian TB (mortalitas) juga bisa diturunkan dari 92 per 100 ribu penduduk pada 1990 menjadi 27 per 100 ribu penduduk pada 2012. Dan angka kesembuhan meningkat dari 87 persen pada 1990 menjadi 90 persen pada 2012.
            “Artinya 90 persen penderita TB yang kita obati, akhirnya mencapai kesembuhan,” lanjutnya.
            Tingkat kesembuhan mencapai 90 persen tersebut sesungguhnya menjadi prestasi yang bagus bagi Indonesia. Mengingat ditingkat global, dunia mencanangkan tingkat kesembuhan 85 persen.

Meski angka kasus TB telah menurun, Tjandra mengatakan Indonesia masih mengalami masalah dalam penanganan TB.  Salah satunya adalah belum adanya obat dan vaksin temuan terbaru. Hal ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia, namun dunia.
Sementara itu Dr. Zulkifli Amin, PhD, FCCP, internis pulmonologi FKUI, berpendapat masih ada adanya keengganan pasien untuk memeriksakan diri membuat banyak pasien TB yang tidak tertangani dengan baik.
Selain itu pengobatan TB yang memakan waktu 6-8 bulan pun menimbulkan hambatan baik dari segi biaya maupun kontinuitas mengonsumsi obat.
“Banyak penderita TB kalau sudah seminggu minum obat, badan sudah enak, terus berhenti minum obat,” katanya.
Untuk mencegah kejadian drop out minum obat menurut Zulkifli, program pendampingan minum obat bagi pasien TB tetap harus diberlakukan. Untuk itu, pasien TB hendaknya diberikan pendamping.
Di Indonesia, pendampingan umumnya dilakukan oleh keluarga atau orang terdekat. Sayangnya, tidak semua pendamping memiliki pengetahuan yang cukup. (inung/win)