Tuesday, 13 November 2018

Sekjen PPP Sayangkan Kondisi Politik Saat Ini

Senin, 31 Maret 2014 — 13:47 WIB
ramsey1

JAKARTA (Pos Kota) – Sekjen PPP, Romahurmuziy,  menyayangkan perkembangan kondisi politik saat ini yang tidak lagi menjunjung tinggi ide-ide dan nilai-nilai dalam berpolitik yang cerdas. Partai politik sudah dihadapkan pada sopistifikasi survei, dimana hasil survei seolah-olah adalah pemandu satu-satunya arah politik nasional. Rakyat sudah sangat cerdas tidak mudah ditipu oleh survei.

“Saya sayangkan banyak partai politik maupun tokoh-tokohnya telah kehilangan akal sehat kareha seharusnya parpol dan tokoh-tokohnya harusnya menjunjung tinggi ide dan nilai.Sekarang ini kita poisisnya benar-benar hanya bekerja untuk kepentingan elektoral dan tidak untuk kepentingan relaisasi dan terwujudnya gagasan dan ide,” ujar Romahurmuziy ketika ditanyakan pandangannya mengenai sikap parpol menjelang pemilu 2014 ini, Senin (31/3).

Saat ini parpol dan elitnya menurutnya telah tergiring untuk hanya mencari kemenangan, padahal dalam politik kemenangan bukan segalanya sehingga orang tanpa ide dan gagasan pun bisa memiliki elaktabilitas yang tinggi.” Dalam politik itu seharusnya yang dikejar adalah bagaimana parpol mampu menjewantahkan keyakinan yang dimiliki.Tapi semua saat ini hilang karena ideologi partai diarahkan hanya oleh lembaga survei untuk menang,” jelasnya.

Oleh karena itu dirinya pun mengimbau agar para tokoh politik nasional untuk kembali kejati diri dan ideologi partai. Partai menurutnya juga seharusnya hanya mencapreskan orang yang dianggap mampu mewujudkan gagasan dan nilai disamping tentunya sang calon harus memiliki intergritas dan kapabilitas serta pengalaman yang memang bisa membuatnya menjadi pemimpin.

“Setiap capres tentunya tidak steril dari kepentingan di belakangnya. Oleh karena itu parpol harus bisa benar-benar melihat nilai dan kepentingan dibalik capres tersebut dan bukan hanya semata-mata karena hasil survei. Pemimpin jangan mudah terombang ambing karena dibelekangnya banyak kepentingan.Pemimpin utamanya harus konsisten dengan janjinya, kalau tidak apa yang diharapkan?,” imbuhnya.

Capres harus memiliki leadership karena tantangan yang dihadapi bangsa ini kedepannya akan semakin berat.”Indonesia sedang naik kelas. Saat ini pemerintahan berhasil memposisikan Indonesia dalam 16 negara besar. Capres berikutnya harus mampu membuat Indonesia masuk 5 besar. ”Kalau hanya capres survei saya yakin tidak akan mampu mencapai tujuan itu karena survei itu tidak memasukkan unsur kemampuan dan visi pemimpin yang tidak diintervensi sosok lain,” pungkanya.

(prihandoko/sir)

Foto: Istimewa