Thursday, 19 July 2018

Kasus Cecep Ngaku Nabi dan Rasul

200 Amplop Maklumat dan Buku Abu Bakar Baasyir Disita

Kamis, 3 April 2014 — 13:56 WIB
dono-sub

BANDUNG (Pos Kota) – Sebanyak 200 amplop yang berisi maklumat Cecep sebagai Nabi dan Rasul terkahir diamankan polisi, di tempat penyebaran aliran sesat di Cinta Asih, Samoja Bandung. Amplop itu kini dijadikan baranh bukti untuk menduga kuat kalau Cecep menyebarkan aliran sesat. “Ratusan ampplp yang diamankan,“ kata Sekum MUI Jabar Rifany Ahyar, Kamis.

Dia menjelaskan, barang bukti yang diamankan itu bersamaan dengan alat bukti lainnya seperti kitab, tafsir termasuk buku karangan Abu Bakar Baasyir yang berisi penolakan NKRI karena dipimpin para thogut. “Kami masih melakukan penyelidikan bersama rekan dari kepolisian.”

Menyinggung isi amplop, Raifani menegaskan berisi maklumat yang menandaskan kalau dia (Cecep) sebagai rasul dan nabi. Penegasan itu ditulis dalam kertas dan ditandatangani Cecep dengan tinta emas. “ Rasulum Minkum Cecep Solihin,“ demikian bunyi kalimat itu, tiru Rifani. Makna jelas bahwa Cecep mengaku Nabi dan Rasul.

Melihat bukti itulah, demikian Rifani, ajaran Cecep itu menyesatkan. Mengaku Nabi dan Rasul termasuk 10 kategori aliran sesat hasil Mukernas MUI. Terlebih, kanjutnya Cecep sudah dua kali berurusan dengan hukum saat dia menyebarkan aliran sesat di Cikalong Wetan Bandung Barat.

15 SAKSI

Kapolrestabes Bandung Kombes Mahudi menjelaskan, buntut kasus dugaan aliran sesat, polisi sudah memeriksa 15 saksi yang tercatat sebagai oengikutnya. Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensaf. “ Kami masih mendalami kasus ini, bekerjasama dengan MUI Jawa Barat,“ tandas Mashudi.

Perihal Cecep, pria yang mengaku Nabi dan Rasul, sudah diamankan dan kini masih diperiksa inetnsif. Cecep ditangkap Rabu malam dua jam usai rumahnya digerebek. Dia ditangkap saat mau kabur menggunakan kendaraan pribadi jenis Fdortuner, kata Kapolres.

(dono/sir)