Wednesday, 19 September 2018

Pemerintah Membuat Preseden Buruk Membayar Diyat Satinah

Sabtu, 5 April 2014 — 3:03 WIB
Satinah31

JAKARTA (Pos Kota) -Pemerintah membuat preseden buruk dengan menyanggupi membayar diyat (denda) Sutinah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Karena mungkin saja diyat ini  menjadi alat pemerasan berikutnya oleh orang-orang Arab Saudi yang memiliki permasalahannya dengan TKI kita.

Itu dikatakan Hikmahanto Juwana Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang dihubungi, di Jakarta, Jumat (4/5). “Pemerintah tidak boleh tunduk pada upaya pemerasan uang Diyat Sutinah,” papar Hikmahanto.

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto, bahwa pemerintah Indonesia menyanggupi membayar diyat untuk Satinah sebesar Rp21 miliar (7 juta riyal) karena telah membunuh majikannya di Arab Saudi, Nurah binti Muhamamd Al-Gharib,70.

Dikatakan Hikmahanto, pemerasan karena keluarga korban sangat tahu bahwa yang akan melakukan pembayaran diyat adalah pemerintah. Oleh karenanya angka yang disodorkan sangat fantastis. “Lagi-lagi pemerintah telah membuat preseden buruk dengan melakukan pembayaran diyat, setelah pada Tahun 2011 membayar diyat terpidana mati Darsem,” papar Hikmahanto.

Ia menambahkan  siapapun yang akan menjadi pemerintah akan dalam posisi dilematis. Bila tidak membayar  diyat maka seolah kinerja mereka dinilai buruk dibandingkan kinerja pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono. “Bila mereka membayar, pertanyaannya berapa besar diyat yang akan dimintakan oleh keluarga korban, karena diyat Satinah sudah hampir empat kali lipat uang yang dikeluarkan saat membayar  Darsem,” papar dia.

Hikmahanto menambahkan pemerintah sebenarnya tahu, sebagaimana diungkap oleh  Djoko Suyanto, bahwa di belakang tuntutan diyat ada mafia. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga tahu bahwa pemerintah Arab Saudi telah menetapkan batas maksimum untuk pembayaran diyat. “Tapi pemerintah telah mengabaikan ini semua karena ingin menyelamatkan nyawa Satinah,” papar Hiikmahanto.

Hikmahanto menilai ada motivasi lain di tahun politik ini yang tidak terlalu lama lagi akan dilakukan pemilu legislatif. “Apakah ini upaya untuk meningkatkan elektabilitas dari partai berkuasa?, tidak hanya semata-mata untuk menyelematkan nyawa Satinah,”” ujar Hikmahanto.(johara/yo)

Foto: Satinah  (Ist)

  • Idhu Geni

    haaiiii seluruh TKW yg akan keluar negeri….kalo disana nanti kalian diperlakukan se wenang2 oleh majikanmu….segera BUNUHlah majikanmu itu, curilah hartabendanya yg berharga….PASTI kalian nanti akan dibela oleh Presiden SBY dan seluruh rakyat endonesah…….(makanya cobloslah Parte Demokrat besok ini)…..hahahahahahahhhhhh…..seruuuu…

    • Sami

      Haaaah msyarakat sdh nggak usah di ajari mn yg harus partai coblos .