Friday, 20 July 2018

Dihajar Mahasiswa, Bibir Perwira Polisi Jontor

Senin, 7 April 2014 — 14:42 WIB
jontor1

BOGOR (Pos Kota) – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bogor, Bima Arya Sugianto – Usmar Hariman diwarnai aksi adu jotos antara pendemo dengan polisi. Aktivis pendemo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor melakukan aksi di pertigaan lampu merah ke gedung DPRD Kota Bogor, lokasi dimana Bima dan Usmar dilantik.

Massa yang berusaha mendekat ke pagar gedung dewan, dihadang petugas. Kasat Sabhara Polres Bogor Kota, AKP Nur Arifin yang masuk ke tengah pendemo berusaha menenangkan massa. Namun tindakan AKP Nur Arifin dibalas pendemo dengan melakukan pemukulan. Akibatnya, perwira polisi ini mengalami luka sobek di bibir. Tidak terima pimpinannya dilukai, petugas Sabhara lalu balas memukul.

Adu fisik di jalanan ini membuat tubuh baik dari polisi maupun massa pendemo bergelimpangan di jalan aspal. Perkelahian ala koboi jalanan ini berakhir setelah belasan mahasiswa diamankan diangkut dengan truk ke markas Polres Bogor Kota di Jalan Kedung Halang.

Atas tindakan anarkis yang mengakibatkan petugas terluka, AKBP Bahtiar Ujang Purnama,  Kapolres Bogor Kota menjelaskan, akan ada tindakan tegas bagi pendemo yang berbuat anarkis dan melukai anggota polisi yang sedang bertugas. Pelantikan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Senin (7/4) pagi sekitar pukul 10.00, berlangsung sederhana.

Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara pelantikan ini. Nampak dalam kursi VVIP, Amin Rais, penasehat Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa Menko Kesra, Syarif Hasan, Menteri UKM dan Koperasi, Anis Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, Dino Pati Jalal, peserta konvensi Presiden Partai Demokrat, Alvien Lee, Danrem, Dandim, Kapolresta, Kajari, Ketua Pengadilan, Wakil Gubernur Jabar, Dedy Mizwar, tokoh lintas agama dan undangan.

Aksi pemukulan Kasat Sabhara oleh aktivis HMI Bogor yang berjarak sekitar 50 meter dari gedung DPRD Kota Bogor ini, disesalkan beberapa masyarakat. Ny Ketty 40, menuturkan, bentrokan yang berakibat pada terlukanya Kasat Sabhara, AKP Nur Arifin di bagian bibir, seharusnya bisa dihindari.

Tamu undangan VIP ini menambahkan, adalah wajar, jika prajurit polisi marah dan spontan memukul balik pendemo, karena mereka tidak terima komandan mereka dihina didepan umum. Ia juga menyesalkan, jika kalangan mahasiswa yang ditangkap, meneriaki dan menghujat polisi dengan kata-kata kasar apalagi binatang.

“Anggota Sabhara terpancing emosi, itu sangat manusiawi. Tapi saran saya, ke depan, kasus seperti ini jangan lagi terulang. Yang malu kita sebagai warga Bogor,” ujarnya.

Sementara usai dilantik sebagai orang nomor satu di Kota Bogor untuk priode 2014-2019, Bima Arya Sugiarto langsung menyampaikan pidato politik pertamanya. Ia berjalan kaki dari gedung dewan menuju balaikota. Sebelum ke Plaza Balaikota, Bima sempat menemui pendemo. Dia berjanji, akan melaksanakan permintaan mahasiswa terkait banyaknya penyelewengan dan korupsi di Pemkot Bogor.

Kepada ribuan warga Kota Bogor saat tiba di Plaza Balaikota, politisi PAN ini berjanji akan membersihkan korupsi di Kota Bogor. “Bagi yang memilih maupun yang tidak memilih saya saat pemilihan berlangsung kemarin, hari ini saya tegaskan, bahwa saya milik semua warga Kota Bogor,” kata Bima.

Didampingi wakilnya, Usmar Hariman, Bima Arya berjanji, akan membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Bogor. “Walikota dan Wakilnya jangan ada jarak dengan warganya, karena rakyat pemegang tertinggi kedaulatan,”ujarnya. “Doakan saya agar selalu khusnul kotimah dan istiqomah,” katanya. (yopi/yo)

  • gue

    kenapa ga bunuh2an sj… makin banyak yang mati makin bagus

  • gue

    kenapa ga bunuh2an sj… makin banyak yang mati makin bagus