Wednesday, 14 November 2018

TNI/Polisi Bisa Agen Demokrasi

Selasa, 8 April 2014 — 8:25 WIB
rai-sub

DEPOK (Pos Kota) — Konstalasi politik nasional melalui pemilu tidak akan berubah lantaran aparat keamanan mendedikasikan diri sebagai instrumen politik, bukan agen perubahan dalam demokrasi.

Artinya, kata sosiolog UI Ganda Upaya, aparat keamanan khususnya Polri semata-mata bekerja sebagai pengawal kotak suara.”Padahal mereka (aparat keamanan) bisa menjadi agen demokrasi yang fungsional,” katanya disela-sela rilis studi peneliti Universitas Indonesia (UI) bertema Manipulasi Pemilu, pelanggaran Elektoral, & Aparat Keamanan di Fisip UI Depok.

Hal senada diungkap peneliti Edy Prasetyono. Katanya, peran aparat keamanan (TNI-Polri) itu sangat strategi sebagai agen perubahan dalam demokrasi. “Posisi aparat keamanan terkait pengamanan kotak suara, misalnya, menjadi satu dari dua simpul bahaya dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujarnya.

Simpul bahaya lain, ia melanjutkan, berupa kontrol teknologi informasi pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu rawan diubah. “IT tersebut memerlukan auditor IT independen,” tambah Edy.

(rinaldi/sir)