Thursday, 15 November 2018

Diputus Pacar, Cewek ABG Bunuh Diri

Rabu, 9 April 2014 — 17:37 WIB

LAMPUNG (Pos Kota) – Disaat warga sibuk mempersiapkan TPS untuk pencoblosan, mereka dikejutkan dengan teriakan minta tolong yang ternyata ada remaja putri tewas gantung diri.

Kenekatan remaja putri itu diduga karena pacar meminta hubungan cinta harus berakhir lantaran tidak mendapat restu orang tua. Tika Lestari alias Icha ,16, nekat gantung diri di rumah temannya di Jl. Durian, Tanjungseneng, Bandarlampung, Rabu (9/4) 00.30 WIB.

Sebelum gantung diri Icha sempat menuliskan curahan hatinya di buku harian yang ditaruh di dalam tasnya yang berisikan kesedihan yang mendalam karena putus cinta sehingga Icha memilih meninggalkan rumah dan menginap di rumah temannya Puji ,16.

Menurut pengakuan Puji, sepulang sekolah Icha yang rumahnya di wilayah Kemiling, Bandarlampung, sudah membawa baju salin tidak mau pulang malah ikut ke rumah Puji yang mengontrak di wilayah Tanjungseneng. Puji tidak menaruh curiga walaupun temannya itu mengeluh frustasi berat karena harus putus cinta.

Pada malam itu saya terakhir melihatnya menegur kenapa udah tengah malam belum juga tidur namun Icha diam saja.

“Tengah malam itu saya sudah sangat mengantuk sehingga tidur duluan dan Icha bukannya tidur malah nonton TV. Saya gak nyangka Icha gantung diri di tiang rumah ruang tengah depan TV. Saya sama sekali tidak mendengar rintihan kesakitan Icha dan tahu setelah dini hari saat saya terbangun mau ke kamar mandi. Saya kaget bukan kepalang melihat tubuh Icha tergantung dan saya berteriak meminta tolong warga sekitar,” ujarnya.

“ Icha orangnya pendiam dan baik sama teman-temannya. Saya kasihan sama dia harus putus dengan pacarnya yang selalu dituangkan pada buku hariannya dan hanya bercerita kepada teman yang dekat dengannya,” ujar Puji.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Dery Agung membenarkan bahwa ada laporan warga yang melakukan aksi nekat gantung diri hingga tewas yang usianya masih dibawah umur. Hasil pemeriksaan dan olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (Koesma)