Friday, 23 August 2019

Tudingan Politik Uang Caleg Hanura di Jakut Diserahkan ke Bawaslu

Senin, 14 April 2014 — 17:14 WIB
hanura1

PADEMANGAN (Pos Kota) – Pengurus Partai Hanura Jakarta Utara (Jakut) Minggu mendatangi kantor Bawaslu DKI Jakarta. Hal itu menyusul adanya laporan yang dilakukan Jaringan Rakyat Miskin Kota, terhadap calegnya yang maju dari daerah pemilihan Jakut, Yakni Jamaludin Lamanda, diduga melakukan politik uang.

“Terkait dugaan money politic, saya ketua PAC Pademangan diberi mandat dari DPD untuk mengklarifikasi. Memang saksi dikasih Rp 100 ribu itu dari parpol. Tapi itu resmi. Saksi parpol,” ujar Ketua PAC Pademangan, Sudi Haryanto, Senin (14/3). “Kalau ada caleg bagi-bagi uang, itu ranah Bawaslu untuk memproses. Kami punya pedoman, bersih peduli dan tegas,” sambungnya.

Sudi menambahkan, uang saksi Rp 100 ribu dari parpol itu bukan politik uang. Pihaknya tidak mendapatkan dana APBN untuk membayar saksi. “Kalau ada caleg, itu di luar wewenang kami,” pungkasnya.

Korlap Saksi Partai Hanura Jakut Sri Hartati menambahkan, pihaknya juga membawa bukti dugaan money politic Jamaludin. “Bukti itu ada, kita sudah serahkan ke Bawaslu tinggal di proses saja,” ujarnya Minggu. Sri menambahkan, saksi luar itu tidak ada. Yang ada adalah saksi parpol. “Itu juga uang dari parpol,” imbuhnya.

Sri mengaku dugaan politik uang caleg tersebut agar diproses saja. Sebab, bisa mencoreng citra Hanura, yang dikenal bersih, peduli dan tegas. “Kami sebagai kader Partai Hanura, mendorong agar itu diproses. Bahkan jika terbukti bersalah, kami minta pencalegkannya dibatalkan,” tegas Sri. (ilham)