Monday, 26 August 2019

Ratusan Pedagang Protes Pengundian Kios

Selasa, 15 April 2014 — 15:38 WIB
ricuh1

KOJA (Pos Kota) – Pengundian kios di Blok B, Lokasi Binaan (Lokbin) Lorong 103, Koja  ricuh. Para pedagang  mempertanyakan kuota jatah kios tanpa diundi. Akibatnya adu mulut tak bisa dihindari antara pedagang yang mendapat prioritas. Aksi protes ini juga sempet diwarnai  dorong-dorongan, sehingga proses pengundian  ditunda.

Dari pendataan yang dilakukan pengurus Lokbin Lorong 103, Koja, ada sebanyak 89 pedagang diberikan prioritas dan langsung mendapat jatah kios di lantai 1, karena mereka pedagang lama dan konsisten berjualan. Sedangkan sebanyak 224 pedagang lainnya dilakukan pengundian. Untuk Blok B Lokbin Lorong 103 Koja, terdiri dari 3 lantai dan 224 kios.

Henny,39, pedagang, mengatakan, mereka tidak ingin berbenturan dengan sesama pedagang. Namun, karena kuota pemberian kios kepada 89 pedagang prioritas, teman-temannya sesama pedagang merasa kurang adil.

“Awalnya memang ada 59 pedagang yang diprioritaskan, tapi terakhir bertambah jadi 89. Kita tidak menuduh mereka ada permainan tapi buat kami yang jelas tidak adil. Seharusnya mereka bersama melalui pengundian,” ketusnya.

Peryataan sama disampaikan Syafrianto,33, pedagang lainnya, yang mengaku sudah berjualan baju di lorong 103 sejak tahun 90-an. Sehingga dirinya mengatahui  mana saja pedagang yang benar-benar sudah ada sejak lama dan yang bukan pedagang.

“Saya melihat ini adalah kesalahan pengurus, kalau memang tidak bisa, jangan jadi pengurus. Saya lahir dan besar di sini karena sejak kecil sudah   ikut orang tua berdagang di Lorong 103. Jadi mana-mana pedagang yang benar dan tidak tahu persis,” tegasnya.

Kepala UPT Lokbin Dinas UMKMKP DKI Jakarta, Orada Sinurat, mengatakan, karena adanya  protes dari pedagang untuk sementara pengundian ditunda.”Sementara kita tunda dulu. Ini sedang kita musyawarahkan bagaiman baiknya,” tandasnya.

Selain itu pihaknya masih menunggu hasil komunikasi yang dilakukan antara pihaknya dengan para pedagang. Jika hal itu sudah ada titik temu, pengundian akan dilakukan kembali. (wandi/yo)

Teks foto: Ratusan pedagang menggelar aksi demo memprotes pengundian lapak lorong 103.  (wandi)