Saturday, 22 September 2018

Soetrisno Bachir : Tanah Dijual ke Wawan Lewat Agen

Rabu, 16 April 2014 — 19:48 WIB
Soetrisno Bachir, Ketua Majelis Penasehat PAN.

Soetrisno Bachir, Ketua Majelis Penasehat PAN.

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, mengakui telah diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Rabu (16/4).

Pemeriksaan dilakukan, lantaran dia pernah menjual tanah ke adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, itu.

Soetrisno yang datang seorang diri menjelaskan, tanah tersebut merupakan milik dia bersama Ketua DPP Partai Hanura, Fuad Bawazier, yang dibeli Wawan pada tahun 2007. Tanah itu berada di Tebet, Jakarta Selatan.

“Saya dan Pak Fuad mempunyai bangunan rumah di Tebet, Jakarta Selatan, yang waktu itu kita jual melalui, biasa kan ada (agen) properti itu kan. Kemudian ternyata yang beli Pak Wawan,” katanya, usai diperiksa sekitar 3 jam, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/4) siang.

Jual beli itu, menurutnya, bernilai transaksi sekitar Rp1,8 miliar. “Saya ditanya oleh penyidik apakah bapak waktu itu tahu kalau itu Wawan yang adiknya Gubernur (Banten) Ratu Atut. Lalu saya (jawab) tidak tahu karena itu tujuh tahun lalu, saya baru tahu kalau Wawan itu yang sekarang jadi tokoh,” papar eks politikus PAN itu.

Selanjutnya, ia pun mempersilakan KPK menyita tanah tersebut bila memang terbukti hasil korupsi. “Nomor (tanahnya) saya tidak tahu, luasnya 400-an meter, bahkan kata penyidik ini kecil sekali, ini bagaimana saya membantu tugas KPK,” imbuhnya.

Sebelumnya, Fuad Bawazier juga sudah diperiksa KPK, Senin (14/4), dan menyatakan luas tanah tersebut adalah 443 meter persegi. “Aset yang sudah dibeli Wawan dulu itu kepunyaan berdua, saya dan Pak Soetrisno Bachir, dan itu yang kami beritahukan (kepada KPK). Harganya di bawah Rp2 Miliar,” ungkapnya.

Belum lama ini, Juru Bicara KPK, Johan Budi, juga mengungkapkan, KPK telah menelusuri aset tidak bergerak terkait Wawan berupa tanah dan bangunan. Jumlahnya lebih dari 100 unit, antara lain berada di Bali, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Terkait kasus ini, KPK juga sudah menyita 74 mobil dan 1 motor Harley Davidson, terdiri atas berbagai merek seperti Ferrari California, Lamborghini Aventador, Bentley Flying Spurs, Toyota Pajero, Toyota Vellfire hingga truk Hino Dutro Dump dan Truk Hino Molen.

Terakhir, penyidik KPK menyita mobil Honda CRV B 1179 NJA yang diantar oleh seseorang dari Pandeglang, Banten, Selasa (15/4). STNK mobil ini diketahui beratas namakan istri Wawan, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

Jeratan TPPU ini merupakan pengembangan kasus yang membelit Wawan. Bos PT Bali Pacific Pragama (BPP) itu semula menjadi tersangka kasus dugaan penyuapan pengurusan perkara sengketa Pemilukada Lebak di Mahkamah Konstitusi.

Kemudian, ia menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten dan alat kesehatan Kota Tangerang Selatan. (yulian/d)