Saturday, 25 November 2017

PLN Juga Akan Menaikkan Tarif Listrik Rumah Tangga

Kamis, 17 April 2014 — 1:04 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Tak hanya tarif listrik terhadap pelanggan industri besar (I-4) dan industri/perusahaan go public (I-3) yang naik, pemerintah juga menyasar tarif pelanggan bisnis dan rumahtangga besar.

“Memang ada pelanggan lain yang tarifnya listrik di adjust (naik turun mengikuti turun naiknya biaya, red) setiap bulan,” kata Deputi Direktur Niaga PLN, Benny Marbun, saat dikonfirmasi Rabu (16/4).

Tarif pelanggan yang di adjust yaitu ;

1) Rumahtangga besar (R3), daya 6600 VA ke atas.

2) Bisnis menengah (B2), daya 6600 VA sampai dengan 200 kVA

3) Bisnis besar (B3), daya di atas 200 kVA.

4) Kantor Pemerintah menengah (P1), daya 6600 VA sampai dengan 200 kVA.

Ia mengaku Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 09/2014 sudah terbit. Namun perlu ditindaklanjuti oleh peraturan direksi PLN.
“Saat ini peraturan direksi sedang disiapkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, kepada Pos Kota, mengakui sistem tarif listrik di Indonesia sangat aneh.

Di luar negeri, tarif listrik industri justru murah, karena digunakan untuk kegiatan produktif.

Sedangkan tarif listrik untuk rumahtangga lebih mahal agar mereka tidak boros mengkonsumsi listrik.

Dengan naiknya tarif listrik pada Mei mendatang, ia menegaskan pemerintah harus memberi jaminan aliran listrik tidak sering byar pet. Karena mereka sudah bayar mahal.

“Jangan tarif listrik naik, listrik sering padam,” katanya. (setiawan)