Monday, 23 July 2018

Konvensi Capres Demokrat yang Kehilangan Semangat

Kamis, 17 April 2014 — 7:10 WIB
SS-Goen-16A-n

KONVENSI Capres Demokrat digelar  untuk menaikkan elektabilitas partai gara-gara tergradasi kasus korupsi. Tapi bak menegakkan benang basah saja. Dalam Pileg kemarin, Partai Demokrat yang terbesar di Pemilu 2009, terlempar di urutan ke-5. Dengan perolehan suara hanya 9,6 %, para peserta pun kehilangan semangat, karena tak mungkin diusung jadi Capres.

Dengan kondisi demikian, masih layakkah Partai Demokrat melanjutkan konvensi?

Bung Karno pernah bilang, berikan aku 10 pemuda, akan kugoncang dunia. Tapi Partai Demokrat, diberi banyak politisi muda, malah bikin Indonesia terguncang karena banyaknya yang terlibat korupsi: dari M. Nazarudin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, hingga Anas Urbaningrum. Gara-gara ini semua, lembaga survei mencatat bahwa elektabilitas Partai Demokrat langsung ngedrop.

SS-Goen-16A-475

Banyak langkah yang diambil SBY selaku pendiri partai. Selain rangkap jabatan Presiden RI/Ketum PD, juga segera digelar konvensi Capres Demokrat. Ini semua dilakukan demi membangkitkan Demokrat dari keterpurukan. Tapi Pileg kemarin bicara lain. Demokrat yang di Pemilu 2009 jadi parpol terbesar, kini terlempar di urutan ke-5 dengan peroleh suara 9,6 % versi Quick Count. Walhasil, apa yang dilakukan selama ini hanya bak menegakkan benang basah.

Gara-gara perolehan suara yang ngedrop, tak mungkin Partai Demokrat mengusung Capres sendiri. Makanya dari 11 peserta Konvensi Demokrat banyak yang kehilangan semangat. Sampai-sampai Pramono Edhie dan Dahlan Iskan bilang: distop mangga, dilanjutkan juga siap. Itupun kelasnya jadi turun, paling-paling Cawapres.

Dengan kondisi itu, jikalaupun dilanjutkan, namanya harus dimodifikasi menjadi: Konvensi Cawapres Demokrat. Tetapi kemarin Jero Wacik Sekretaris Majelis Tinggi PD menegaskan, konvensi jalan terus, dan tetap akan mengusung Capres. Jangan-jangan ini sekedar untuk menghibur sekaligus membangkitkan semangat peserta konvensi saja. Sebab dengan perolehan suara 9-10 %, bagaimana harus mengajak koalisi dengan banyak partai, padahal mereka sudah bergabung pada: PDIP, Golkar dan Gerindra. – gunarso ts