Sunday, 23 September 2018

Bentuk Poros Koalisi, Peluang Demokrat Berat

Jumat, 18 April 2014 — 17:33 WIB
lisi

JAKARTA – Partai Demokrat sudah memutuskan untuk tetap melanjutkan konvensi penjaringan calon presiden. Namun, kalau upaya ini benar-benar untuk mencari calon presiden, menjadi masalah berat bagi Demokrat, karena nantinya untuk mengajukan harus membentuk poros koalisi.

“Berat rasanya kalau Demokrat membentuk poros koalisi untuk mengajukan capres hasil konvensi. Pertama, hasil perolehan suara Demokrat relatif rendah. Kedua, citra Demokrat kurang bagus di mata rakyat,” kata pengamat politik dari FISIP UI Ari Junaedi ketiak dihubungi, Jumat (18/4).

Menurut dia, masih satu hal lagi, dari 11 peserta konvensi Demokrat, belum ada sosok yang meyakinkan bagi rakyat. “Ini permasalahan tersendiri, sampai konvensi selesai, kiranya belum ada yang elektabilitasnya memadai,” ujarnya.

Untuk diketahui, 11 peserta konvensi Demokrat adalah, Hayono Isman, Marzuki Alie, Harry Sarundayang, Dahlan Iskan, Ali Maskur Moesa, Endriartono Sutarto, Pramono Edhie Wibowo, Anis Baswedan, Gita Wiryawan, Dino Patti Djalal dan Irman Gusman. Konvensi sendiri akan digelar lagi, untuk putaran terakhir pada 26 April 2014.

PENGHUKUMAN

Ari Junaedi mengatakan, Pemilu 9 Apri yang lalu harus menjadi peringatan bagi setiap politisi dan parpol, terutama Demokrat. Banyak caleg yang tidak terpilih, dan ada parpol yang anjlok perolehan suaranya, adalah alarm penting, karena hal itu menunjukkan bukti penghukuman oleh rakyat.

Menurutnya, dari beberapa survei tergambar,  banyak tokoh populer di DPR tidak terpilih lagi sebagai anggota DPR RI dalam pileg 2014. Itu membuktikan bahwa rakyat telah memberikan sanksi sosial politik, karena selama menjabat selama ini dinilai tidak berpihak kepada rakyat, dan apalagi terlibat korupsi. “Kalau mereka tidak terpilih berarti rakyat telah menjatuhkan sanksi politik,” rakyat memberikan hukuman,” ujarnya.

Jika terbukti suara Partai Demokrat melorot dari 20 persen menjadi 10 persen, merupakan  bukti akan sanksi politik rakyat/ “Sehingga konvensi capres itu tidak lebih sebagai ‘Cikeas idol’ atau basa-basi politik para elit Demokrat saja,” ujarnya. (winoto/yo)