Tuesday, 20 November 2018

Mahasiswa IPB Membina Waria

Jumat, 18 April 2014 — 9:48 WIB
Kampus IPB

Kampus IPB

BOGOR (Pos Kota) – Keberadaan wanita pria alias waria alias bencong lebih banyak dinilai negatif dibanding sisi positifnya.
Anggapan inilah memuat keberadaan waria sering ditolak dalam kehidupan masyarakat. Sekelompok mahasiswa yang menaruh perhatian pada waria ini, lalu berinovasi.

Surianie, Idan Mardhani, Intan Paramita Hasanah, Agus Harianto dan Laras Lestari, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Teknologi Hasil Perairan, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan serta Agribisnis yang peduli dan terpanggil, kemudian memberdayakan kaum waria menjadikan waria sebagai sumberdaya manusia unggul dan berkualitas.

“Kami ingin keberadaan waria selalu bernilai positif. Masyarakat harus mengakui keberadaan waria sebagai mahluk Tuhan yang berderajat tinggi,”papar Surianie , satu mahasiswa.

Surianie bersama rekan-rekannya lalu mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat dengan memperkuat Pelatihan dan Keterampilan untuk Waria Kota Bogor.

“Untuk dekat dengan komunitas waria guna mau diberdayakan, kami pakai dua pendekatan yakni, pendekatan lifes kill education dan entrepreneurship. Pendekatan ini diharapkan efektif memberdayakan waria,”paparnya.
Demi tercapainya program ini, tim PKM IPB dibantu Dinas Sosial Kota Bogor.

Intan Paramita, satu anggota menambahkan, kedua pendekatan yang dilakukan tim-nya terafiliasi dalam beberapa kegiatan seperti, Waria Section, Marak Banci (Mari berakhlak dan Cinta Ilahi), Outbond, Waria Sejari (Sehat Jasmani dan Rohani), E Mo Waria (Entrepreneurship Motivation Waria), Aksi Asah Minat Bakat, Reship Waria (Real Entrepreneurship), Waria Showtime Preneur, G-Pro (Galleries Production)dan Klinik Konsultasi Waria.

“Program yang kami rancang ini langsung dibawa bimbingan Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen,Fakultas Ekologi Manusia IPB, Megawati Simanjuntak,SP,M.Si,”paparnya.

Program yang memadukan unsur pembelajaran hard skill, soft skill pelatihan, praktik dan games edukasi ini, sangat enunjang kreativitas serta kemampuan waria.

“Agar tidak bosan aja waria saat mengikutinya. Makanya kami padu semua program,”ujarnya.

Data di Dinas Sosial Kota Bogor mencatat, ada 320 orang waria. Selama ini mereka dibina oleh Warna Lentera Pakuan, sebuah organisasi program kerja (pokja) milik Dinas Sosial Kota Bogor.

(yopi/sir)

Foto: Illustrasi